Jenazah Korban Penembakan Di Perumahan Rafles Dipulangkan Ke Ambon
MIMIKA, TabukaNews.com — Jenazah BCP, warga yang tewas dalam insiden penembakan di Perumahan Rafles Residence, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, resmi dipMulangkan ke kampung halamannya di Ambon, Maluku, pada Senin pagi, 3 Agustus 2026.
Pemulangan jenazah tersebut difasilitasi penuh oleh Kepolisian Resor (Polres) Mimika setelah penanganan medis dan proses visum et repertum diselesaikan oleh tim medis Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Mimika.
Humas RSUD Mimika, Lucky Mahakena, membenarkan pemulangan jenazah korban tersebut.
Pihak kepolisian dan keluarga terdekat telah mendampingi seluruh rangkaian pemulasaran pemakaman sejak korban pertama kali dilarikan ke kamar jenazah setelah peristiwa berdarah pada Minggu siang, 2 Agustus 2026.
Jenazahnya sudah dibawa kemarin pagi (Senin) langsung ke Ambon. Sebelum diberangkatkan, kami melakukan tindakan pemulasaran dan visum untuk kepentingan penyidikan atas permintaan kepolisian. Seluruh proses pengiriman difasilitasi oleh Polres Mimika, ujar Lucky Mahakena saat dikonfirmasi, Selasa (4/8/2026).
Lucky menambahkan, selama proses pemulasaran dan visum di RSUD Mimika, sang istri mendampingi pemakaman bersama sejumlah kerabat. Adapun keluarga besar dan keluarga inti korban menunggu kedatangan jenazah di Ambon untuk dimakamkan.
Adapun peristiwa tragis ini bermula ketika pemukiman padat penduduk di Blok M Perumahan Rafles Residence, Jalan Irigasi Ujung, Mimika, gempa mendadak pada Minggu siang sekitar pukul 12.00 WIT. Bentrok fisik pecah di depan pemukiman warga antara BCP dan seorang anggota polisi aktif berinisial Aipda M.
Usai melepaskan tembakan yang melepaskan BCP, Aipda M tidak melarikan diri dari tanggung jawab hukum.
Ia segera menghubungi rekan sejawatnya di kepolisian dan mendatangi Polsek Mimika Baru (Miru) untuk mengamankan diri serta menyerahkan diri kepada pihak berwajib.
Saat ini, penyidik Satreskrim Polres Mimika telah mengamankan sejumlah barang bukti penting dari Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk memperkuat berkas perkara.
Penyudik juga masih mendalami jumlah pasti selongsong peluru yang diletuskan senjata api milik Aipda M saat kejadian berlangsung.
(Editor: Ahmad)









