Jelang Iduladha, Karantina Papua Tengah Pastikan Ratusan Hewan Kurban di Mimika Aman

Jelang Iduladha, Karantina Papua Tengah Pastikan Ratusan Hewan Kurban Di Mimika Aman

MIMIKA, TabukaNews.com — Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Papua Tengah memperketat pengawasan lalu lintas hewan kurban di Kabupaten Mimika menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah. 

Langkah ini diambil guna menjamin seluruh hewan kurban yang beredar di masyarakat aman, sehat, dan bebas dari Hama Penyakit Hewan Karantina (HPHK).

Kepala Karantina Papua Tengah, Anton Panji Mahendra, menegaskan bahwa peningkatan mobilitas ternak menjelang hari raya wajib diimbangi dengan pemeriksaan yang ketat. 

Hal ini krusial untuk mencegah masuknya penyakit menular yang dapat mengancam populasi ternak lokal maupun kesehatan masyarakat.

“Peran karantina sangat penting dalam memastikan hewan kurban yang masuk telah memenuhi persyaratan kesehatan dan terbebas dari penyakit berbahaya. Hal ini menjadi bagian dari komitmen kami untuk melindungi sumber daya hayati hewan sekaligus memberikan rasa aman kepada masyarakat dalam menyambut hari raya Iduladha,” ujar Anton.

Pemeriksaan intensif dipusatkan di Pelabuhan Pomako, menyasar pasokan hewan kurban yang datang dari Maluku Tengah, Tual, dan Kaimana. 

Di pintu masuk ini, petugas karantina melakukan pemeriksaan dokumen, mengecek kondisi fisik satwa secara langsung, hingga menyemprotkan cairan disinfektan.

Berdasarkan data dari aplikasi Best Trust, arus masuk hewan kurban ke Timika tahun ini melonjak hingga 11 persen dibandingkan tahun lalu. Pada 2025, jumlah hewan yang masuk tercatat sebanyak 603 ekor. 

Sementara pada tahun 2026 ini, angka tersebut naik menjadi 668 ekor—terdiri dari 387 ekor sapi, 235 ekor kambing, dan 46 ekor domba—dengan total nilai ekonomi mencapai hampir Rp6 miliar.

Mengantisipasi lonjakan tersebut, Anton mengimbau para pelaku usaha dan masyarakat untuk kooperatif mematuhi prosedur karantina dengan melaporkan kedatangan ternak dan melengkapi dokumen resmi.

"Langkah sederhana ini merupakan bentuk tanggung jawab bersama untuk menjaga kesehatan hewan dan melindungi masyarakat dari risiko penyebaran penyakit," tutur Anton. (Ahmad)

Iklan