Jelang Hari Raya, Dewan Minta Disperindag Awasi Pedagang Cegah Harga Barang Naik

-

Jelang Hari Raya, Dewan Minta Disperindag Awasi Pedagang Cegah Harga Barang Naik

?Tabukanews.com

Ketua Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) DPRD Kabupaten Mimika, Miller Kogoya, mewanti agar para pedagang dan pengusaha sembako serta kebutuhan pokok lainnya untuk tidak memanfaatkan momen menjelang Bulan Suci Ramahdan menaikkan harga dengan semena-mena.

Kepada media Senin (07/03/2022), Miller yang duduk di Komisi A DPRD Mimika itu mengatakan, tindakan meraup keuntungan sebesar-besarnya di atas penderitaan orang banyak, adalah hal yang tidak terpuji dan tidak patut ditiru. Oleh karenanya ia berharap kenaikan harga barang tidak terjadi di Mimika pada masa Hari-hari Raya.

“Apalagi, sekarang sudah mau memasuki bulan Puasa Ramadhan, di mana Umat  Islam hendak memasuki ibadah puasa selama sebulan hingga Hari Raya Idul Fitri, sehingga para pelaku usaha jangan manfaatkan moment tersebut,” katanya.

Lagi katanya, ia meminta kepada Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Mimika untuk melakukan pengawasan di lapangan agar harga barang jelang hari raya ini tetap stabil. Kontrol ini dimintanya untuk rutin dilakukan, agar jangan saat harga naik barulah dinas melakukan tindakan. Itu sudah terlambat. 

Demikian pula harus ada sanksi yang tegas bila kedapatan pedagan yang ‘nakal’ agar menimbulkan efek jera dan menjadi contoh bagi pedagang lainnya agar tidak melakukan hal serupa.

“Tim dari Disperindag harus turun secara ‘continue’ untuk melakukan pengawasan dan mengawasi harga jual kebutuhan pokok. Jangan sampai pengusaha sengaja memanfaatkan momen hari raya untuk meraup keuntungan. Sebab dengan kenaikan harga karena memanfaatkan momen merugikan masyarakat. Ini harus bisa ditindak dan diberi sanksi,” tegasnya.

Selain menjaga kestabilan harga, Disperindag juga perlu memperhatikan barang – barang kadaluasa menjelang hari raya agar tidak dijual pedagang karena berdampak buruk bagi kesehatan warga dan bahkan bisa mengancam nyawa manusia. “Jangan sampai ada pedagang yang nakal, dengan nekad menjualnya,” tandasnya. (Manu)

Iklan