Jejak Sunyi Nancy Raweyai Menyemai Perubahan di Mimika

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Papua Tengah dari Daerah Pemilihan Mimika, Nancy Natalia Raweyai, sedang berinteraksi dengan warga. (Foto: Istimewa).

Jejak Sunyi Nancy Raweyai Menyemai Perubahan Di Mimika

MIMIKA, TabukaNews.com — Di tengah tantangan geografis dan dinamika sosial yang panjang di Tanah Papua Tengah, sebuah asa untuk perubahan terus dipupuk dari tingkatan paling mendasar: manusia dan pendidikannya.

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Papua Tengah dari Daerah Pemilihan Mimika, Nancy Natalia Raweyai, menaruh perhatian mendalam pada penguatan sumber daya manusia (SDM), kesetaraan gender, serta peningkatan layanan kesehatan dasar bagi masyarakat di wilayah pesisir dan pedalaman.

"Mimpi saya untuk Mimika tentu adanya gerakan dari anak-anak muda, perubahan mindset. Dan itu nanti akan terlihat dari manusianya yang saya mimpikan ada perubahan," ujar Nancy Natalia Raweyai di Mimika, Selasa, 20 Oktober 2026. 

Membangun dari Akar Rumput: Pendidikan dan Kesehatan

Bagi politisi Partai NasDem ini, pendidikan bukan sekadar proses belajar membaca dan menulis, melainkan jembatan wawasan untuk memutus mata rantai persoalan sosial yang telah lama mengakar.

Meski masa jabatannya tergolong singkat sejak dilantik pada akhir 2024, Nancy aktif menginisiasi dan berkolaborasi mendirikan ruang-ruang baca serta rumah literasi di beberapa titik, seperti Nabire dan Timika. Langkah ini dilakukan bersama berbagai komunitas lokal, seperti Singgah Baca dan kelompok perempuan.

"Pendidikan adalah salah satu kunci dan senjata paling ampuh untuk mengubah dunia. Bagaimana pendidikan itu bisa membuka mindset generasi muda," tuturnya.

Selain pendidikan, prioritas lain yang disentuh dalam agenda resesnya adalah layanan kesehatan masyarakat di wilayah pesisir seperti Jayanti dan Kura. Melalui dukungan langsung maupun kolaborasi program, ia mendorong hadirnya akses medis dasar yang lebih memadai.

Mendorong Peran Perempuan dalam Politik dan Kebijakan

Sebagai salah satu wakil rakyat perempuan dari wilayah pesisir Papua, Nancy menyoroti pentingnya aktualisasi dan partisipasi politik perempuan yang inklusif. 

Menurutnya, keterwakilan perempuan bukan sekadar pemenuhan kuota 30 persen secara formalitas, melainkan instrumen krusial dalam melahirkan kebijakan publik yang berpihak pada ibu dan anak, penanganan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT), hingga pemberdayaan ekonomi keluarga.

"Perempuan punya peran yang sangat besar. Melalui kebijakan yang berpihak dan inklusif, banyak isu ibu dan anak, KDRT, hingga ekonomi yang bisa dijawab," tegasnya.

Melalui wadah Akademi Perempuan NasDem (APN), ia berupaya memfasilitasi pelatihan dan pendidikan politik bagi kader-kader perempuan di daerah agar memiliki kapasitas dan keberanian untuk bersuara.

Menjaga Standar dan Warisan Kebaikan

Membawa aspirasi warga hingga ke tingkat kampung, Nancy menekankan bahwa keberpihakan terhadap Orang Asli Papua (OAP) harus berjalan seiring dengan peningkatan standar kompetensi serta tata kelola pemerintahan yang baik.

Bagi Nancy, masa reses dan kerja-kerja politik yang dilakukannya bukan sekadar gugur kewajiban menyerap aspirasi, melainkan ruang untuk mencari simpul-simpul perubahan di tengah masyarakat.

"Saya mau dikenal sebagai seseorang yang meninggalkan legacy dan menjadi teladan yang baik. Ada anak perempuan Papua dari pesisir yang berjuang membuat perubahan di atas tanah ini," pungkasnya.

Editor: Ahmad

Iklan