Translate
Redaksi Tabuka News | 11 April 2026Jamin Ketersediaan Stok, Bupati Imbau Masyarakat Mimika Tak Panic Buying
TIMIKA, TabukaNews.com – Efek domino ketegangan geopolitik di Timur Tengah mulai merambah hingga ke dapur warga di Kabupaten Mimika, Papua Tengah.
Dalam dua pekan terakhir, kelangkaan stok gas LPG, terutama ukuran 12 kilogram, memicu kekhawatiran warga setelah jalur distribusi internasional terganggu akibat eskalasi konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran.
Menanggapi keresahan tersebut, Bupati Mimika Johannes Rettob turun tangan untuk meredam potensi kekacauan di pasar.
Ia mengimbau warga untuk tidak terjebak dalam aksi borong yang justru akan memperburuk situasi di lapangan.
Seperti diketahui bahwa sebelumnya dua dari tiga agen resmi di Mimika sempat mengalami kekosongan stok total.
Saat ini, distribusi mulai kembali terasa setelah salah satu agen menerima pasokan dari Sulawesi, sementara agen lainnya masih menunggu jadwal sandar kapal.
Menariknya, kelangkaan ini hanya menyasar tabung 12 kilogram. Stok untuk ukuran 5,5 kilogram dan 50 kilogram dilaporkan masih dalam level aman.
Untuk mengantisipasi permainan spekulan, pemerintah daerah mengambil langkah darurat dengan memusatkan penjualan di gudang agen di bawah pengawasan ketat personel Satpol-PP.
Bupati Johannes Rettob mengonfirmasi bahwa pasokan tambahan mulai mengalir masuk, meski dalam jumlah yang masih terbatas.
"Masyarakat Mimika, saya harap jangan panic buying, ya. Sekarang mereka bicara tentang gas LPG habis, tidak usah khawatir. Masyarakat Mimika tetap tenang karena gas LPG kemarin baru turun 700... 700 yang 12 kilo," jelas Johannes, Jumat 10 April 2026.
Ia menekankan bahwa manajemen stok saat ini dilakukan dengan prinsip pemerataan agar akses energi tetap terjaga bagi seluruh lapisan masyarakat tanpa ada penimbunan.
"Kita jaga stok, tidak boleh ada yang ambil lebih daripada itu... itu stoknya," tambahnya.
Bupati memberikan jaminan penuh bahwa krisis ini akan berakhir pada awal pekan depan. Berdasarkan data manifest logistik, diperkirakan 3.000 hingga 5.000 tabung LPG akan membanjiri pelabuhan Mimika pada tanggal 13 dan 14 April mendatang.
"Jadi bilang masyarakat, kamu tulis ya, masyarakat tidak perlu panik, tidak perlu khawatir dengan gas itu, ya. Gas LPG tersedia berbagai ukuran mulai tanggal 13 ke atas," tegas Johannes menutup penjelasannya.(Ahmad)