Hari Guru Nasional, Plt. Bupati Jr : Pembenahan Totalitas Pendidikan Mimika
Timika, Tabukanews.com – Di hadapan ribuan guru di Kabupaten Mimika mulai dari jenjang pendidikan PAUD, SD, SMP hingga SMA, Plt. Bupati Mimika, Johannes Rettob (JR), menegaskan HUT Guru Nasional tahun 2022 ini merupakan awal kebangkitan guru di Mimika.
JR meminta guru agar betah di tempat tugas, tidak jemu melayani pendidikan anak bangsa dengan sepenuh hati dan tanggung jawab, kendati menghadapi tantangan seperti bertugas di luar Kota Timika dan minimnya signal komunikasi dan penerangan listrik. Tugas mulia guru berperan penting dalam terciptanya masa depan bangsa dan daerah yang lebih baik dari hari sekarang.
"Yang saya lihat ada guru tidak pulang ke tempat tugas lalu sampaikan banyak alasan. Padahal alasannya cuma satu karena di sana tidak bisa update status. Tidak mau pulang kampung karena tidak bisa main handphone. Kita harus akui HP sudah jadi kebutuhan primer,”
“Makanya saat ini pemerintah terus berusaha meningkatkan komunikasi, sampai tahun depan kita akan pasang 51 BTS. Selain itu kita akan wujudkan Mimika terang. Sudah 70 kampung diterangkan listrik dari 139 kampung yang ada di Mimika," ujarnya pada Jumat (25/11/2022) di peringatan Hari Guru Nasional ke-77 di Kantor Sentra Pemerintahan, SP 3.
Selain itu, Plt. Bupati JR juga berkomitmen untuk SDM tenaga pendidikan di Mimika di-up grade kemampuan dan pengetahuannya sehingga lebih mumpuni melakukan transfer ilmu bagi para pelajar.
"Pemerintah akan terus melakukan pembenahan sarana dan prasarana. Mulai tahun depan kita tingkatkan kualitas pendidikan, baik anak didik maupun guru. Tahun depan kita mulai penataran-penataran guru supaya guru-guru bisa sedikit rileks," ungkap Bupati JR yang disambut tepukan tangan.
Di kesempatan tersebut, Plt. Bupati JR mengingatkan agar oknum-oknum tertentu tidak lagi melakukan pemotongan tunjangan para guru, dengan dalih alasan apapun.
"Saya tidak mau dengar lagi ada yang potong hak guru. Ada guru yang ngajar di kota tapi dapat tunjangan wilayah khusus, tiap hari naik turun mobil tapi dapat tunjangan Wilsus. Ada lagi yang lapor dana BOS dipotong, alasannya supaya tahun depan bisa dapat lagi. Saya jangan dengar lagi, berani terjadi kita akan proses," tegasnya.
Para guru di Mimika diminta untuk semakin serius menangani pendidikan anak-anak Mimika, ditandai dengan berkembangnya pengetahuan dasar yang dimiliki anak-anak, yaitu skil calistung (membaca menulis berhitung).
“Ada hal yang patut diperhatikan para guru yakni banyak anak didik di Mimika yang belum tahu membaca, menulis dan menghitung. Ada yang sudah kelas 3, 4, 5 bahkan sampai tamat SD belum bisa 3M, ini tugas para guru harus bisa perhatikan masalah ini," tuturnya.
Pada upacara peringatan Hari Guru Nasional yang dimulai pukul 08.00 WIT itu diisi dengan berbagai atraksi dari sejumlah siswa.
Sambutan Mendikbudristek. Plt. Bupati JR juga membacakan amanat Mendikbudristek, Nadiem Anwar Makarim, isinya sebagai berikut:
Ibu dan Bapak guru sebangsa dan setanah air,Tiga tahun yang lalu, kita melepas jangkar dan membentangkan layar kapal besar bernama Merdeka Belajar. Ribuan pulau dari Sabang hingga Merauke sudah kita lewati, laut dengan ombak tinggi dan angin kencang sudah kita hadapi.
Ketangguhan ini didorong oleh kemauan kita untuk berubah, meninggalkan kebiasaan-kebiasaan lama yang tidak Iagi sesuai dengan tantangan dan kebutuhan zaman. Hal ini juga didorong oleh semangat kita untuk terus berinovasi, menciptakan perubahan dan kebaruan yang membawa kita melompat ke masa depan.
Mungkin diantara kita sampai hari ini masih ada yang ragu untuk melakukan perubahan dalam proses pembelajaran di kelas atau dalam menjalankan tugas sebagai pemimpin satuan pendidikan. Memang, pada dasarnya tidak ada perubahan yang membuat kita nyaman. Jika masih nyaman, itu artinya kita tidak berubah.
Sebenarnya, bukan hanya guru yang terus didorong untuk berubah. Kami di Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) juga memacu diri untuk berinovasi, mengubah cara pandang dan cara kerja kami dalam memberikan layanan terbaik bagi pendidik dan peserta didik.
Platform Merdeka Mengajar yang kami luncurkan pada awal tahun ini, sepenuhnya kami rancang untuk memenuhi kebutuhan guru akan ruang untuk belajar, berkarya, dan berkolaborasi. Platform tersebut kami buat berdasarkan kebutuhan yang ada di lapangan, bukan berdasarkan keinginan kami. Ini adalah perubahan besar cara kerja pemerintahan dalam melayani masyarakat.
Dalam Platform Merdeka Mengajar, guru bisa mengakses modul pembelajaran dengan gratis, mengunggah dan membagikan konten-konten praktik baik pembelajaran, dan terkoneksi dengan rekan sesama guru dari daerah lain. Guru di Aceh sekarang bisa belajar dari guru di Papua. Guru di Kalimantan bisa menginspirasi guru-guru yang ada di Jawa.
Saya berterima kasih kepada lebih dari 1,6 juta pengguna Platform Merdeka Mengajar, yakni para guru yang mau mencoba hal-hal baru, yang tidak takut untuk berinovasi, yang sadar dan paham bahwa sudah tiba waktunya untuk bertransformasi.
Kami juga terus membuka kesempatan bagi para guru untuk mengikuti program Guru Penggerak yang berbeda dengan program pendidikan yang ada selama ini. Program Guru Penggerak bertujuan untuk menghasilkan generasi baru kepemimpinan pendidikan Indonesia. Mereka adalah guru yang menomorsatukan murid dalam setiap keputusannya, yang mampu menjadi mentor bagi guru-guru lainnya, dan berani melakukan terobosan-terobosan dalam memperjuangkan yang terbaik bagi muridnya. Inilah generasi baru kepala sekolah dan pengawas.
Sekarang sudah ada 50.000 Guru Penggerak, dan tentunya kami masih akan terus mendorong agar makin banyak guru di seluruh penjuru Nusantara menjadi Guru Penggerak untuk memimpin roda perubahan pendidikan Indonesia. Saya sangat berharap agar seluruh kepala daerah dapat segera mengangkat para Guru Penggerak untuk bisa menjadi kepala sekolah dan pengawas sekolah, para inovator di sekolah dan di lingkungan sekitar.
Begitu pula dengan program persiapan calon guru masa depan kita, khususnya melalui transformasi program Pendidikan Profesi Guru (PPG) Prajabatan yang kini berorientasi pada praktik pengalaman lapangan, mengedepankan metode inkuiri, dan membiasakan guru melakukan refleksi.
Inovasi lainnya adalah kini perkuliahan PPG jauh lebih terintegrasi dengan sekolah, kampus, dan masyarakat melalui sistem digital. Semua ini bertujuan untuk melahirkan para pendidik sejati yang profesional dan adaptif, yang terus memprioritaskan kebutuhan peserta didik, dan yang selalu bersemangat untuk berkolaborasi dalam berinovasi.
Saya pun selalu yakin bahwa ide-ide brilian perlu didukung dengan kesejahteraan para guru. Untuk itulah kami saat ini juga terus memprioritaskan pengangkatan guru honorer sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) melalui seleksi ASN Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (ASN PPPK). Saya tidak menutup mata bahwa memang masih banyak hal yang perlu disempurnakan dalam program ini. Karena itulah semua dari kita harus bergotong royong agar target kita, yakni satu juta guru diangkat sebagai ASN PPPK, dapat segera terwujud.
Ibu dan Bapak guru yang saya hormati dan banggakan, Sekarang adalah waktu yang tepat untuk menyamakan arah perjalanan kita menuju satu tujuan bersama, yakni pendidikan Indonesia yang maju, berkualitas, dan memerdekakan.
Terus bentangkan layar kapal besar ini tanpa kenal lelah, dengan serempak dan serentak kita hadirkan inovasi dan transformasi, mewujudkan Merdeka Belajar di seluruh penjuru Nusantara.(dzy)









