Gmni Mimika Sulap Sentra Kuliner Jadi Panggung Puisi Dan Denyut Literasi
MIMIKA, TabukaNews.com — DPC GMNI Kabupaten Mimika menggelar Lomba Cipta dan Baca Puisi bertajuk "Seribu Cerita untuk Mimika" di Sentra Kuliner Pasar Sentral Timika, Sabtu (8/8/2026) malam.
Langkah ini diambil untuk menghidupkan kembali semangat literasi sekaligus menghidupkan kembali denyut ekonomi UMKM lokal yang kian redup.
Ketua DPC GMNI Kabupaten Mimika, Kristo Toffi, mengungkapkan bahwa ruang publik seperti Pasar Kuliner belakangan ini kian sepi dari hilir mudik pengunjung akibat kegiatan inovasi minimalnya.
Padahal, sentra usaha rakyat tersebut membutuhkan inovatif agar tidak tergila-gila dengan menjamurnya puluhan kafe modern di kawasan kota Timika.
"Berdasarkan penelusuran kami, ada sekitar 60 kafe di seputaran Timika yang saban malam disesaki pengunjung. Sementara itu, Pasar Kuliner makin kehilangan taringnya. Lewat panggung seni ini, kami ingin memancing kembali masyarakat untuk meramaikan UMKM setempat," ujar Kristo.
Ajang yang berkompetisi untuk memeriahkan HUT ke-81 RI dan meretas jalan menuju Hari Sumpah Pemuda pada 28 Oktober mendatang ini diikuti oleh 51 peserta.
Rinciannya, 7 orang yang bertanding dalam kategori umum dan 44 peserta lainnya berasal dari kalangan pelajar tingkat SMA/SMK.
Tidak sekadar panggung unjuk bakat, seluruh karya bait puisi yang lahir dari jemari para pelajar dan masyarakat umum tersebut akan dirangkum ke dalam sebuah buku kompilasi.
Antologi puisi itu meluncur tepat pada peringatan Hari Sumpah Pemuda, 28 Oktober mendatang, sebagai rekam jejak sejarah serta mozaik kisah unik tentang Kabupaten Mimika.
Kristo menegaskan, gerakan ini merupakan stimulan untuk merawat nyala api literasi di daerah yang dinilainya mulai memudar.
Melalui bait-bait puisi, pemuda diajak untuk tidak hanya peka terhadap estetika bahasa, tetapi juga peduli terhadap dinamika sosial di sekitarnya.
“Literasi di Mimika membutuhkan ruang yang lebih luas. Melalui cipta dan baca puisi, kami mencoba menggali kembali potensi-potensi terpendam generasi muda agar tetap bersuara dan berkarya untuk daerahnya,” pungkas Kristo.
(Penulis: Ahmad).









