Geliat UMKM Mimika: Mengurai Klaim Binaan dan Janji Pasar Global

Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Mimika, Samuel Yogi dalam konferensi pers di kantornya, Selasa (28/7/2026), (Foto: Ahmad).

Geliat Umkm Mimika: Mengurai Klaim Binaan Dan Janji Pasar Global

MIMIKA, TabukaNews.com — Halaman Gedung Eme Neme Yaware, Timika, kembali dihadiri dipadati ratusan pedagang dan pengrajin lokal pada 10 hingga 12 Juli 2026. Dinas Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Kabupaten Mimika menggelar Festival UMKM untuk memperingati Hari UMKM Nasional sekaligus menyambut Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia.

​Namun, perhelatan tahunan ini bukan sekadar ajang pameran produk. Di balik tenda-tenda pameran, Pemerintah Kabupaten Mimika sedang berupaya menata ulang tata kelola, legalitas, hingga menguraikan masalah ketimpangan pengembangan ekonomi kreatif di wilayah konflik.

Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Mimika, Samuel Yogi, menegaskan bahwa festival kali ini mengutamakan kurasi ketat dan penertiban administrasi bagi para pelaku usaha. 

Semua dirapikan mulai dari identitas KTP, izin usaha, hingga persyaratannya melalui Surat Keputusan (SK) pimpinan,” ujar Samuel.

Kurasi Ketat dan Graduasi Usaha

​Berbeda dari pola lama yang terkesan informal, penentuan peserta festival tahun ini diserahkan sepenuhnya kepada tim pengendali independen di internal dinas. 

Dari total 3.414 pelaku usaha yang terdaftar dalam basis data Online Data System (ODS) UMKM Mimika, sebanyak 125 UMKM terpilih dipastikan mengisi stan pameran, dengan proyeksi peserta susulan mencapai 200 unit usaha. 

Komoditas yang diperhatikan meliputi kuliner lokal, kriya ukiran, kerajinan noken, hingga kopi Papua.

Dinas Koperasi juga mulai menerapkan pola graduasi usaha berbasis omset. Usaha mikro yang pendapatannya telah stabil di angka Rp3 juta hingga Rp5 juta per bulan akan diluluskan atau "dilepas" dari status binaan aktif. 

Pola ini dilakukan agar alokasi pendampingan dan anggaran Pemkab Mimika dapat dialihkan untuk membina pendaftaran baru dari titik nol.

“Dari sekitar 2.000-an UMKM aktif di Mimika saat ini, kami bagi dalam kelas-kelas binaan. Kalau omsetnya sudah mencapai batas mandiri, kita lepas. Kita fokus lagi membina usaha baru, baik milik warga asli Papua maupun warga Nusantara lainnya. Mimika ini rumah bersama yang harus dijaga,” kata Samuel dalam konferensi pers di ruang kerjanya, Selasa (28/7/2026).

Mengurai Klaim Antardinas dan Hambatan Konflik

​Langkah Penataan UMKM di Mimika diakui Samuel menemu hambatan di lapangan. Salah satu persoalan klasik yang mengemuka adalah fenomena tumpang tindih klaim pelatihan antar-Organisasi Perangkat Daerah (OPD). 

Produk-produk lokal yang sudah sukses menembus pasar—seperti Sagu Tambelo, olahan Keripik Tambelo, hingga penganan Stick Maria Bedes di Mapurjaya—sering kali diklaim secara sepihak oleh dinas teknis lain.

Menangapi hal tersebut, Samuel memilih bersantai dingin. “Awalnya rintisan binaan kami, tapi kemudian dinas lain saling klaim. Bagi kami tidak masalah, asal prosedur komunikasinya benar dan bersurat resmi ke Dinas Koperasi agar tidak tumpang-tindih,” tuturnya.

Target Perputaran Uang dan Agenda Nasional

​Meski mengandalkan alokasi anggaran daerah yang terbatas, festival tahunan ini tetap dibebani target perputaran uang yang tak sedikit. 

Pada perhelatan tahun lalu, transaksi festival dilaporkan menembus angka lebih dari Rp1 miliar. Untuk gelaran pertengahan Juli 2026 ini, Dinas Koperasi mematok target realistis di kisaran Rp300 juta hingga Rp500 juta.

Beberapa komoditas binaan Mimika bahkan terbukti mulai menampilkan daya saing nasional. Kelompok pengerajin noken dinas binaan Papua, misalnya, kini dikemas secara profesional dan difasilitasi kemitraannya dengan Bank Indonesia. Sebanyak delapan pengerajin noken di bawah payung ini tercatat mampu mencetak omset hingga Rp40 juta per bulan.

​Agenda penguatan pasar UMKM Mimika diproyeksikan akan mencapai puncaknya pada 8 Oktober 2026 mendatang. 

Pemerintah Kabupaten Mimika tengah berkoordinasi dengan Staf Khusus Presiden dan kementerian terkait untuk menyelenggarakan pameran berskala internasional yang bertujuan menghadirkan para duta besar negara sahabat, Menteri Koordinator Perekonomian, Menteri UMKM, hingga Presiden Republik Indonesia.

​"Festival Juli ini adalah langkah awal. Target besar kami ada di Oktober nanti. Kami ingin membuktikan bahwa produk UMKM dari Mimika mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional," tutup Samuel.

(Editor: Ahmad)

Iklan