Freeport Lepas 11.000 Bibit Baramundi Dan Kepiting Di Pesisir Mimika
MIMIKA, TabukaNews.com — PT Freeport Indonesia (PTFI) melepasliarkan 10.000 bibit ikan baramundi dan 1.000 kepiting bakau di wilayah pesisir Kabupaten Mimika, Papua Tengah, Kamis, 28 Mei 2026.
Langkah restocking ini bertujuan untuk menjaga keseimbangan ekosistem sekaligus menjamin keberlanjutan sumber penghidupan nelayan setempat.
Vice President Environmental PTFI, Gesang Setyadi, menjelaskan bahwa program ini menyasar komoditas bernilai ekonomi tinggi.
Ikan baramundi dan kepiting bakau selama ini menjadi sumber mata pencaharian utama bagi masyarakat suku Kamoro di pesisir selatan Mimika.
“Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari penelitian dan kerja sama PTFI dengan Universitas Papua (UNIPA) dalam survei perikanan yang menunjukkan meningkatnya kebutuhuan ikan dan kepiting,” ujar Gesang dalam keterangan resmi, Minggu (31/5/2026).
“Program ini juga menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung pelestarian lingkungan di sekitar wilayah operasional,” imbuhnya.
Menurut Gesang, pelepasan bibit ini bukan sekadar menjaga populasi satwa air. Kegiatan tersebut merupakan pemenuhan kewajiban PTFI terhadap persetujuan teknis dari Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) tahun 2023 yang mewajibkan perusahaan meningkatkan jasa ekosistem mangrove.
Sebelumnya pada 2025 lalu, PTFI juga telah melakukan pelepasan 10 ribu anakan ikan baramundi dan 500 indukan kepiting bakau di Muara Ajkwa.
"Program tersebut direncanakan berlangsung secara berkelanjutan sebagai bagian dari komitmen perusahaan menjaga keberlangsungan ekosistem pesisir Papua Tengah,” kata Gesang.
Inisiatif lingkungan ini mendapat sambutan baik dari pemerintah daerah setempat karena memberikan dampak ekonomi langsung bagi warga pesisir.
“Kegiatan restocking ini memberi dampak langsung bagi masyarakat. Ke depan, kami akan terus memperkuat kolaborasi dengan PTFI, termasuk rencana pengembangan program restocking untuk komoditas lain seperti ikan nila dan ikan mas,” kata Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Mimika, Clemens Ohoilulin.
Dalam menjalankan program pemulihan lingkungan ini, PTFI merangkul masyarakat lokal. Perusahaan melibatkan sekitar 27 kontraktor setempat yang berasal dari lima kampung pesisir, yakni Nayaro, Koprapoka, Nawaripi, Ayuka, dan Tipuka.
Para pekerja lokal tersebut membangun struktur muara untuk mengendapkan sedimen, yang kemudian menjadi lahan penanaman pohon mangrove.
Hingga saat ini, total luas hutan mangrove yang telah ditanam PTFI di Muara Ajkwa mencapai lebih dari 2.100 hektare. (Ahmad).








