Evaluasi Program Pusjaki Dan Kaka Sehat, Dinkes Mimika Tekankan Hal Ini
MIMIKA, TabukaNews.com — Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika menggelar pertemuan evaluasi program Puskesmas Jalan Kaki (Pusjaki) dan Kunjungan Kerja Keluarga Sehat (Kaka Sehat) di Ballroom Hotel Horison Diana Timika, Senin (31/8/2026).
Strategi forum ini dihadiri oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika, Godfried Maturbongs, serta perwakilan dari seluruh puskesmas di wilayah Mimika untuk membedah efektivitas jangkauan layanan kesehatan di tingkat tapak.
Dalam arahannya, Godfried memaparkan bahwa kondisi geografis Kabupaten Mimika yang membentang mulai dari dataran rendah, kawasan pegunungan, hingga wilayah pesisir menghadirkan tantangan tersendiri dalam pemerataan layanan medis.
Keterbatasan akses transportasi serta jarak tempuh yang jauh kerap menjadi kendala fisik yang berimbas pada rendahnya animo masyarakat untuk mendatangi fasilitas kesehatan.
Menghadapi tantangan bentang alam tersebut, Godfried menegaskan bahwa skema pelayanan jemput bola melalui kunjungan rumah menjadi langkah taktis yang paling efektif.
Pendekatan ini tidak hanya mempercepat penjangkauan warga di wilayah terlindungi, tetapi juga memiliki daya ungkit besar dalam menghimpun data kesehatan yang akurat dan faktual kondisi riil mengenai masyarakat di wilayah kerja tiap puskesmas.
Langkah penguatan layanan jemput bola ini sejalan dengan amanat Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) Nomor 19 Tahun 2024 tentang Penyelenggaraan Puskesmas.
Regulasi tersebut menempatkan puskesmas sebagai fasilitas kesehatan tingkat pertama yang mengemban tugas menyelenggarakan dan mengoordinasikan pemeliharaan kesehatan—mulai dari upaya promotif, preventif, kuratif, rehabilitatif, hingga paliatif.
Upaya ini sekaligus menjadi bagian dari pilar pertama transformasi sistem kesehatan nasional, yakni transformasi layanan primer melalui revitalisasi jejaring dan standardisasi pelayanan.
Lebih lanjut, Godfried mengingatkan agar forum evaluasi ini tidak sekadar menjadi agenda seremonial rutin tahunan.
Ia mendorong seluruh peserta untuk menjadikan momentum tersebut sebagai ruang tujuan guna mengukur capaian program, memetakan kendala di lapangan, serta merumuskan solusi konkret bagi peningkatan kinerja ke depan.
“Kualitas layanan dan kebijakan yang presisi sangat bergantung pada sejauh mana kita objektif dalam melihat data dan fakta hasil pelaksanaan program,” ujar Godfried di hadapan para perwakilan puskesmas.
Pihak Dinas Kesehatan Mimika berharap partisipasi aktif, masukan, dan keterbukaan dari seluruh peserta dapat menghasilkan rekomendasi kebijakan yang aplikatif.
Dengan demikian, program Pusjaki dan Kaka Sehat ke depannya mampu memberikan dampak nyata yang dirasakan langsung oleh masyarakat di seluruh pelosok Mimika.
Editor: Ahmad









