Emas Dan Bumbu Dapur Picu Inflasi Mimika Tembus 5,03 Persen Pada September 2026
MIMIKA, TabukaNews.com — Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Mimika mencatat Kabupaten Timika mengalami inflasi tahunan (year on year/y-on-y) sebesar 5,03 persen pada September 2026.
Kepala BPS Kabupaten Mimika, Dian Sudarmanto, dalam berita resmi statistiknya menyampaikan bahwa kenaikan harga konsumen ini mendorong Indeks Harga Konsumen (IHK) naik ke level 117,05, dibandingkan dengan periode September 2025 yang tercatat di angka 111,44.
Sementara itu, tingkat inflasi bulanan (month to month/m-to-m) berada di angka 0,96 persen dan tingkat inflasi kalender (year to date/y-to-d) menyentuh 3,80 persen.
"Laju inflasi tahunan ini dipicu oleh lonjakan harga pada sebagian besar kelompok pengeluaran," tutur Dian.
"Lonjakan paling tajam tercatat pada kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya yang melambung sebesar 18,62 persen dengan andil inflasi 1,37 persen, yang didorong oleh tingginya harga komoditas emas perhiasan dengan sumbangan 1,31 persen," imbuhnya.
Selain itu, kelompok transportasi menorehkan kenaikan 9,48 persen (andil 0,82 persen) akibat kenaikan tarif angkutan udara serta harga bensin.
Sektor makanan, minuman, dan tembakau juga menjadi penyumbang terbesar terhadap inflasi y-on-y dengan andil mencapai 2,42 persen setelah mengalami kenaikan indeks sebesar 5,48 persen.
Komoditas utama yang mendongkrak kenaikan di sektor ini antara lain cabai rawit (andil 0,50 persen), ikan kembung, beras, dan udang basah.
Sebaliknya, kelompok pakaian dan alas kaki serta kelompok perlengkapan dan pemeliharaan rumah tangga menahan laju inflasi lebih tinggi dengan mencatatkan deflasi tahunan masing-masing sebesar 1,34 persen dan 1,45 persen.
Secara bulanan, tekanan harga pada September 2026 dipicu utamanya oleh kenaikan harga cabai rawit (andil 0,30 persen) serta beberapa komoditas sayuran seperti kangkung, sawi hijau, dan kacang panjang.
Meski demikian, penurunan tarif angkutan udara serta harga bawang merah dan bawang putih menahan laju inflasi m-to-m tidak melonjak lebih tinggi.
Berdasarkan wilayah Provinsi Papua Tengah, inflasi y-on-y di Timika berada di posisi kedua terendah setelah Kabupaten Nabire yang mencatatkan angka 6,16 persen.
Editor: Ahmad









