Translate
Redaksi Tabuka News | 01 April 2026Disperindag Mimika Jamin Ketahanan Stok BBM dan Elpiji, Imbau Warga Hentikan ‘Panic Buying’
TIMIKA, TabukaNews.com - Pemerintah Kabupaten Mimika melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) memastikan bahwa pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) dan Liquefied Petroleum Gas (LPG) di wilayah tersebut berada dalam posisi aman.
Kepastian ini menyusul isu kelangkaan yang sempat memicu keresahan di tengah masyarakat dalam beberapa hari terakhir.
Dalam rapat koordinasi yang digelar Rabu (1/4/2026), Disperindag memanggil pihak Pertamina, agen minyak tanah, pengelola SPBU, hingga distributor elpiji untuk melakukan audit stok secara menyeluruh.
Kepala Disperindag Mimika, drh. Sabelina Fitriani, M.Si., menegaskan bahwa berdasarkan data riil di lapangan, cadangan energi untuk Kabupaten Mimika masih mencukupi untuk memenuhi kebutuhan konsumsi harian.
“Sebetulnya stok BBM bersubsidi dan non subsidi cukup. Ada yang 10 hari ke depan, 13 hari ke depan dan per tanggal hari ini (1/4/2026) minyak tanah sudah masuk. Jadi stok masih 12 hari ke depan tapi sudah ada kapal masuk,” ungkap Sabelina.
Berdasarkan rincian teknis yang dirilis dalam rapat tersebut, ketahanan energi Mimika didukung oleh ketersediaan stok sebagai berikut.
Untuk Pertalite tersedia 1.534 kiloliter (KL) dengan ketahanan 13 hari. Tambahan pasokan 700 KL dijadwalkan tiba pada 2 April.
Biosolar (Subsidi) tersedia 1.800 KL. Meski ketahanan saat ini hanya untuk 6 hari, pasokan krusial sebesar 1.000 KL akan masuk besok.
Untuk stok Minyak Tanah berada di angka 753 KL (10 hari) dengan tambahan 300 KL yang baru saja masuk. Kemudian, untuk Sektor Aviasi (Avtur) tersedia sekitar 753 KL dengan kapal pengangkut 1.500 KL yang tengah bersiap sandar.
Untuk sektor non-subsidi, stok Pertamax tercatat sebesar 150 KL dan Dexlite 100 KL, dengan proyeksi tambahan pasokan yang terus dipantau secara berkala.
Disperindag mengidentifikasi bahwa kelangkaan yang terjadi di tingkat pengecer bukan disebabkan oleh hambatan distribusi dari hulu, melainkan adanya panic buying atau aksi borong berlebihan oleh masyarakat.
“Kami imbau kepada masyarakat supaya tidak panik karena setelah melakukan rapat ini, kita tahu bahwa ketersediaan bahan bakar baik subsidi maupun non subsidi serta elpiji masih cukup,” tegas Sabelina.
Sebagai langkah preventif, Disperindag Mimika berkomitmen memperketat pengawasan di lapangan. Fokus utama akan diarahkan pada pengawasan distribusi elpiji—baik distributor resmi maupun tidak berizin—serta pemantauan ketat di setiap SPBU guna memastikan BBM subsidi tepat sasaran dan mencegah praktik penimbunan oleh oknum tidak bertanggung jawab.(Ahmad)