Translate

Redaksi Tabuka News | 08 June 2023

Disparbudpora Mimika Adakan Kegiatan Pemusatan Latihan Daerah Sport Science

Disparbudpora Mimika Adakan Kegiatan Pemusatan Latihan Daerah Sport Science

Timika-Pemerintah Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah, melalui Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) mengadakan kegiatan Pemusatan Latihan Daerah Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Keolahragaan (Sport Science) Tahun 2023, Rabu (7/6/2023) di Timika.

Kegiatan dihadiri dan dibuka secara resmi oleh Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat pada Sekretariat Daerah (Setda) Mimika, Paulus Dumais, S.Pd., M.M.,

Dalam sambutannya mewakili Plt Bupati Mimika, Paulus Dumais, menyampaikan bahwa sport science merupakan disiplin ilmu yang mempelajari penerapan dari prinsip-prinsip sains dan teknis, dengan tujuan meningkatkan prestasi olahraga.

"Sport science ini punya peranan yang sangat besar dalam pembangunan dan perkembangan olahraga nasional. Sport science ini tidak hanya meningkatkan kinerja atlet, tetapi juga melibatkan ilmu lain, seperti biomekanika, fisiologi olahraga dan lain-lain," kata Paulus.

Ia menyebutkan, sport science sangat penting terbentuk di Kabupaten Mimika, karena diharapkan dapat mengembangkan performa atlet, khususnya fisik, teknik, taktik dan spesialis.

"Hingga saat ini, masih ada pelatih yang menganggap ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) hanya sebagai bumbu olahraga, padahal iptek harus dijadikan bahan baku untuk pencapaian prestasi olahraga," tegasnya.


Pada kesempatan yang sama, Kepala Disparbudpora Mimika, Jacob Jantje Toisuta, S.E., mengungkapkan awal mula kegiatan ini dengan dibentuknya Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar Daerah, yang dimulai dari cabang olahraga bola kaki.

"Jadi kita datangkan narasumber, untuk memberikan ilmu kepada guru olahraga SMP, agar bisa mempersiapkan 18 pemain di setiap sekolah. Dari 18 pemain itu akan kita buat pertandingan sepakbola dalam rangka HUT Mimika tingkat SMP," tuturnya.

Ia mengatakan pula, nantinya dari hasil pertandingan tersebut, akan direkrut 35 pelajar untuk diseleksi kesehatan dan umurnya, yang kemudian diperkecil menjadi 19 pelajar yang akan dididik lebih intensif.

"Nanti kita akan datangkan dari Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Pusat untuk menyeleksi pelatih. Pelatih terbaik akan menjadi pimpinan di Pusat Pelatihan, yang akan memilih 19 pelajar untuk dididik," tandasnya.

Untuk pelajar yang terpilih, 70% akan diambil dari anak-anak suku Amungme dan Kamoro, dengan ketentuan harus memenuhi syarat kesehatan dan umur.

"Saya harap dari hasil kegiatan ini, guru-guru dapat tambahan ilmu dan bisa diterapkan di sekolah. Karena hari ini akan dibahas juga tentang atletik, yang tidak lepas dari sepakbola," pungkasnya.