Dinkes Gelar Evaluasi Implementasi Jejaring Dan Supervisi Fasilitatif Layanan Gizi, Kia, Dan Kespro
MIMIKA, TabukaNews.com — Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika menggelar kegiatan Evaluasi Implementasi Jejaring dan Supervisi Fasilitatif Layanan Program Gizi, KIA, dan Kespro tahun 2026.
Kegiatan tersebut berlangsung di Ballroom Hotel Horison Diana Timika, Kamis (29/10/2026).
Kepala Bidang Kesehatan Lanjutan, Kefarmasian, dan Alat Kesehatan Dinkes Kabupaten Mimika, Farida, menyampaikan tujuan pelatihan ini adalah untuk meningkatkan kualitas serta mengoptimalkan pelaksanaan jejaring dan supervisi fasilitatif pada layanan kesehatan masyarakat, khususnya yang mencakup program gizi, Kesehatan Ibu dan Anak (KIA), serta Kesehatan Reproduksi (Kespro) di wilayah Kabupaten Mimika.
Ia menekankan pentingnya peran strategis tenaga kesehatan di Puskesmas sebagai garda terdepan dalam memastikan setiap anak mendapatkan pelayanan kesehatan yang berkualitas, berkesinambungan, serta sesuai standar.
"Karena, pada periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) merupakan masa yang sangat menentukan kualitas tumbuh kembang anak," kata Farida.
Dijelaskan, pada periode ini pemenuhan gizi yang baik, pelayanan kesehatan yang berkualitas, stimulasi perkembangan yang tepat, serta deteksi dini terhadap gangguan pertumbuhan dan perkembangan menjadi hal yang sangat krusial.
Kendati demikian, Farida mengakui bahwa tantangan pelayanan kesehatan anak di Kabupaten Mimika masih memerlukan perhatian dan kerja keras bersama. Keberhasilan pelayanan kesehatan anak tidak sekadar diukur dari banyaknya anak yang datang berkunjung ke Posyandu atau Puskesmas.
"Keberhasilan pelayanan kesehatan anak diukur dari sejauh mana kita mampu memastikan bahwa setiap anak tumbuh sehat, berkembang optimal, dan memperoleh penanganan sedini mungkin ketika ditemukan masalah," ujar Farida.
Melalui kegiatan pelatihan yang dilaksanakan, diharapkan seluruh peserta dapat meningkatkan kompetensi dalam beberapa hal utama, antara lain melakukan pemantauan pertumbuhan dan mendeteksi secara dini adanya gangguan perkembangan.
Peserta kata Farida diharapkan juga memberikan stimulasi yang tepat serta melaksanakan konseling kepada orang tua dan keluarga mengenai pentingnya pemberian makan dan pengasuhan yang baik bagi balita serta anak prasekolah.
Tidak hanya itu, peserta juga harus melaksanakan pencatatan, pelaporan, dan pemantauan secara tertib dan berkesinambungan agar setiap permasalahan tumbuh kembang anak dapat segera ditindaklanjuti.
"Pelatihan ini diharapkan bukan sekadar kegiatan peningkatan pengetahuan dan keterampilan semata, melainkan wujud nyata komitmen bersama dalam memperkuat mutu pelayanan kesehatan anak di Kabupaten Mimika," ungkapnya.
Penulis: Desy
Editor: Ahmad









