Dinkes Beri Pelatihan Bagi Petugas Pustu untuk Integrasi Layanan Primer

Suasana peserta mengikuti kegiatan pelatihan ILP di Ballroom Horison Diana, Jumat (6/11/2026) (Foto: Desy).

Dinkes Beri Pelatihan Bagi Petugas Pustu Untuk Integrasi Layanan Primer

MIMIKA, TabukaNews.com — Pemerintah Kabupaten Mimika melalui Dinas Kesehatan menggelar pelatihan tenaga perawat bagi Puskesmas Pembantu (Pustu) untuk integrasi layanan primer (ILP). 

Tujuan diselenggarakan pelatihan ini guna membekali petugas dalam memberikan pelayanan kesehatan berbasis siklus hidup dan memperkuat peran di wilayah kerjanya. 

Sekretaris Dinkes Mimika, Sisma HL, mengatakan bahwa pelatihan ini terkait dengan integrasi layanan primer. Sehingga, sekarang tidak lagi selalu berorientasi kepada pengobatan kuratif melainkan lebih kepada pendekatan promotif atau preventif. 

"Pustu berarti ujung tombak dari pelayanan. Jadi dengan pelatihan ini dapat meningkatkan pengetahuan dan pemahaman terkait dengan ILP," kata Sisma. 

Ia mengatakan, pola pikir yang sebelumnya hanya menunggu pasien dapat diubah menjadi diupayakan menjemput bola. Jadi, bukan hanya sekedar menyelesaikan program yang ada, mengumpulkan dokumen tetapi ada pola perubahan dari sebelum mendapat pelatihan ini dan sesudah menerima pelatihan ini. 

Sementara itu, Narasumber kegiatan Andi Mansur Sulolipu, mengatakan pelatihan ini ditujukan kepada tenaga kesehatan di tingkat Pustu karena mereka adalah ujung tombak yang akan melatih kader Posyandu untuk melakukan pemantauan wilayah setempat.

Ada dua kegiatan utama yang perlu diperhatikan yakni, klaster dua untuk pelayanan kesehatan ibu, anak, bayi, anak prasekolah, anak sekolah, hingga pada remaja. Dan kedua untuk pelayanan kesehatan dewasa dan Lansia. 

"Melalui kedua kegiatan ini, mereka akan melakukan skrining untuk mendeteksi faktor risiko terjadinya penyakit-penyakit tidak menular, seperti diabetes melitus yang berpengaruh pada penyakit jantung, hipertensi, dan lain-lain. Hal terpenting dalam hal ini adalah bagaimana mereka bisa melakukan deteksi dini faktor risiko," kata Andi. 

Andi berharap, tenaga kesehatan dapat melakukan kegiatan tersebut dalam bentuk integrasi antara layanan kesehatan perorangan dan layanan kesehatan masyarakat.

"Layanan kesehatan masyarakat untuk intervensi, perlakuan, dan manajemen kepada orang sehat agar tidak jatuh sakit. Dan layanan kesehatan perorangan untuk Intervensi, perlakuan, dan manajemen kepada orang sakit agar sehat atau sembuh dimana yang dominan dilakukan di klinik atau rumah sakit," pungkasnya.

Penulis: Desy

Editor: Ahmad 

Iklan