Dinas Kesehatan Mimika Gelar Pelatihan Tenaga Kesehatan Guna Perkuat Layanan Posyandu

Dinas Kesehatan Mimika Gelar Pelatihan Tenaga Kesehatan Guna Perkuat Layanan Posyandu

​MIMIKA, TabukaNews.com – Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika resmi membuka kegiatan Pelatihan Bagi Pelatih (Training of Trainers/TOT) Keterampilan Dasar Kader Posyandu bagi Tenaga Kesehatan pada Senin, bertujuan untuk menguatkan sistem pelayanan kesehatan primer di tingkat akar rumput.

​Program yang diselenggarakan di Ballroom Hotel Horison Diana Timika ini dibuka secara langsung oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika, Godfried Maturbongs, an dijadwalkan berlangsung selama empat hari, mulai dari hari ini, Senin, 22 hingga Kamis 25 Juni 2026. 

Dalam sambutan pembukaannya, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika, Godfried Maturbongs, menegaskan pentingnya peran strategis Posyandu sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan masyarakat yang bersentuhan langsung dengan pemenuhan kebutuhan dasar, seperti imunisasi, pendidikan gizi, serta kesehatan ibu dan anak.

"Satu orang tenaga kesehatan yang terlatih akan mampu membina puluhan bahkan ratusan kader. Kader-kader tersebut pada gilirannya akan melayani ribuan masyarakat di wilayahnya masing-masing," kata Maturbongs 

Ia menambahkan bahwa Posyandu memegang peran kunci dalam strategi pencegahan dan penanganan kasus stunting di daerah.

Langkah intervensi ini merujuk pada regulasi Kementerian Kesehatan Republik Indonesia terkait Integrasi Pelayanan Kesehatan Primer (ILP). 

Melalui kurikulum resmi nasional tahun 2023, para tenaga kesehatan dipersiapkan menjadi fasilitator daerah yang mampu mendiseminasikan 25 keterampilan dasar kepada para kader Posyandu secara berjenjang. 

Keterampilan tersebut mencakup pelayanan promotif, preventif, pencatatan pelaporan, hingga komunikasi perubahan perilaku.

Berdasarkan data teknis penyelenggaraan, pelatihan menggunakan metode klasikal dengan pendekatan pembelajaran orang dewasa (andragogi) yang menekankan partisipasi aktif melalui simulasi dan microteaching. 

Sebanyak 37 peserta tercatat mengikuti program ini, terdiri dari 25 tenaga kesehatan dari Kabupaten Mimika, 5 tenaga kesehatan dari Kabupaten Nabire, serta didukung oleh fasilitator, panitia, dan 3 orang widyasuara dari Balai Pelatihan Kesehatan Provinsi Papua.

Pihak otoritas menargetkan luaran berupa tersedianya 30 tenaga kesehatan atau fasilitator daerah yang tersertifikasi secara standar. 

Untuk memastikan akuntabilitas dan mutu kelulusan, peserta diwajibkan melalui proses evaluasi ketat yang mencakup post-test dengan nilai minimal 70 serta pemenuhan bobot penilaian tugas hingga 100 persen. (Ahmad).

Iklan