Translate
Redaksi Tabuka News | 05 April 2026Diduga Karena Arus Pendek, Rumah dan Kandang Ternak Kilometer 9 Timika Ludes Terbakar
TIMIKA, TabukaNews.com – Sebuah kebakaran hebat terjadi di Kilometer 9, Jalan Poros Timika–Mapurujaya, Distrik Wania, Kabupaten Mimika, pada Sabtu (4/4/2026) malam.
Insiden yang diduga dipicu oleh kegagalan instalasi listrik ini menghanguskan dua unit rumah warga serta sebuah kandang ternak, menyebabkan kerugian materi yang diperkirakan mencapai Rp500 juta.
Api pertama kali terdeteksi sekitar pukul 23.00 WIT, bermula dari kediaman seorang warga berinisial AT. berdasarkan informasi, material bangunan yang mudah terbakar menyebabkan si jago merah dengan cepat merambat dari struktur kayu rumah pertama menuju rumah beton milik tetangganya berinisial FS dan AM.
Selain bangunan, sebanyak 14 ekor babi dan satu unit sepeda motor dilaporkan ludes terbakar dalam peristiwa tersebut.
Kepala BPBD Mimika, Agustina Rahaded, mengonfirmasi waktu kejadian yang mengejutkan warga di tengah istirahat malam mereka. Ia memastikan tim reaksi cepat langsung dikerahkan begitu laporan diterima.
“Iya betul, tadi malam sekitar jam 11 lewat,” ujarnya saat dikonfirmasi pada Minggu (5/4/2026).
Investigasi awal oleh pihak berwenang mengarah pada masalah kelistrikan di area belakang rumah sebagai titik awal api. Dugaan ini diperkuat oleh pengamatan saksi mata di lokasi kejadian sebelum api membesar.
“Dugaan sementara penyebab kebakaran karena korsleting listrik yang berasal dari kandang hewan peliharaan,” lanjut Agustina.
Sementara itu, Kasi Humas Polres Mimika, Iptu Hempy Ona, menjelaskan kronologi berdasarkan keterangan saksi di lapangan.
Ia menyebut, seorang warga berinisial A mengatakan bahwa api muncul secara tiba-tiba dari bagian atas dapur dan dengan cepat meluas akibat hembusan angin.
Sedangkan, korban dari rumah kedua yang terbakar, AM baru menyadari bahaya setelah mendengar teriakan warga saat api sudah mulai menjalar ke dinding rumahnya.
“Awalnya api kecil di bagian atap dapur, tapi tiba-tiba membesar dan menyebar hingga ke rumah sebelah,” ujar Hempy dalam keterangan resminya.
Upaya pemadaman melibatkan respons terintegrasi antara Personel Polres Mimika yang dipimpin oleh Ipda Muhammad Kheif Alvian, petugas pemadam kebakaran, pihak PLN, serta bantuan masyarakat setempat.
Sebanyak enam unit armada pemadam kebakaran dikerahkan ke titik api untuk mengisolasi sebaran kebakaran dan memutus aliran listrik guna mencegah kebakaran lebih lanjut.
Api akhirnya berhasil dijinakkan pada dini hari setelah perjuangan intensif dari petugas dan warga. Meskipun tidak ada korban jiwa dalam insiden ini, dampak finansial yang dialami para korban sangat signifikan.
Keluarga AT kehilangan rumah kayu beserta dokumen penting dan ternak dengan total kerugian sekitar Rp300 juta, sementara rumah beton milik keluarga AM mengalami kerusakan berat dengan taksiran kerugian Rp200 juta.
Pihak kepolisian melaporkan bahwa situasi di wilayah Kilometer 9 kini telah kondusif, namun penyelidikan lebih lanjut tetap dilakukan.
Sebagai langkah antisipasi, otoritas keamanan mengimbau warga untuk melakukan pengecekan berkala terhadap instalasi listrik guna menghindari tragedi serupa di masa depan.
"Secara umum, situasi pasca kebakaran di wilayah Kilo 9 terpantau aman dan kondusif. Pihak kepolisian mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap potensi kebakaran, khususnya yang disebabkan oleh instalasi listrik di dalam rumah," pungkas Hempy. (Ahmad)