Dewan Nilai Yayasan Berjasa Besar bagi Pendidikan di Mimika

-

Dewan Nilai Yayasan Berjasa Besar Bagi Pendidikan Di Mimika

Timika, Tabukanews.com - Anggota DPRD Mimika Johannes Felix Helyanan mengapresiasi peran yayasan-yayasan dalam membangun sektor pendidikan di Papua, termasuk di Kabupaten Mimika.

Dijumpai wartawan di Kantor DPRD, Jalan Cenderawasih, Rabu (09/03/2022), Wakil Ketua 2 DPRD Mimika yang akrab disapa John Thie itu menuturkan, yayasan telah sejak lama berperan aktif dalam membangun generasi lewat pendidikan formal di sekolah. Kini kebijakan Dinas Pendidikan Mimika yang menarik semua guru ASN yang diperbantukan mengajar di sekolah-sekolah yayasan dinilainya kurang tepat. Seharusnya yayasan-yayasan ini diberi penghargaan berupa dukungan dari pemerintah, bukannya malahan ditarik bantuannya.

Ia mencontohkan di kabupaten lain di Papua, justru pemerintah daerahnya memberikan bantuan dana dan fasilitas pendukung pendidikan lainnya, agar menunjang Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di sekolah. Namun justru di Mimika dukungan pendidikan terhadap yayasan malah dikurangi.

Lagi kata John Thie, yayasan yang melayani di bidang pendidikan seperti YPPK, YPK, YPPGI, Yayasan Advent, Yapis dan lainnya dinilainya telah memberikan pengorbanan yang berharga bagi majunya pendidikan di Mimika.

Menurutnya, dengan ditariknya bantuan guru itu maka KBM di sekolah menghadapi kendala. Kendala terbesar dirasakan oleh para murid yang hendak menimba ilmu sebagai generasi penerus masa depan bangsa dan negara serta daerah Mimika kelak.

Hal senada diungkapkan Ketua Komisi C DPRD Mimika Elminus Mom, yang menilai justru yayasanlah yang duluan membangun pendidikan sampai di daerah dan wilayah terpencil.

Hadirnya para pemimpin daerah di era sekarang tidak lepas dari jasa besar yayasan mengelola layanan pendidikan di Papua. Ia mencontohkan Gubernur Papua, Lukas Enembe, merupakan jebolan sekolah yayasan, demikian pula kepala daerah dan pejabat pemerintah lainnya.

Menurut Elminus, sekolah Inpres atau sekolah negeri milik pemerintah baru hadir di era tahun 80-an, kalah jauh dari sekolah milik yayasan yang sudah lama eksis. Ia menyayangkan pemerintah lewat Dinas Pendidikan Mimika justru menarik guru-guru ASN yang mengajar di sekolah milik yayasan, berdampak pada potensi mundurnya pembangunan pendidikan di Mimika.

DPRD Mimika berencana akan menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Mimika terkait permasalahan penarikan guru ASN di sekolah yayasan ini. Kepastian rencana itu akan ditentukan dalam rapat interna Dewan dalam waktu dekat ini. (Manu)

Iklan