Dampak Modifikasi Cuaca, Warga Mimika Dilarang Gunakan Air Hujan untuk Kebutuhan Sehari-hari

Ilustrasi modifikasi cuaca.

Dampak Modifikasi Cuaca, Warga Mimika Dilarang Gunakan Air Hujan Untuk Kebutuhan Sehari-hari

Ilustrasi.

MIMIKA, TabukaNews.com — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mimika mengeluarkan peringatan kepada masyarakat setempat untuk tidak menampung dan menggunakan air hujan dalam beberapa minggu ke depan. 

Larangan ini dikeluarkan menyusul dimulainya operasi pembenihan awan (cloud seeding) di wilayah tersebut.

Kepala Bidang Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Mimika, Aser Korwa, menegaskan bahwa air hujan yang turun selama periode ini tidak disarankan untuk digunakan untuk keperluan konsumsi seperti memasak, minum, maupun untuk mandi.

"Air hujan tersebut berpotensi terkontaminasi bahan atau obat yang digunakan dalam proses pembenihan awan," jelas Aser.

Operasi pembenihan awan ini dijadwalkan berlangsung selama beberapa minggu ke depan. Langkah strategis ini diambil pemerintah daerah guna memicu hujan buatan untuk menekan dan mengurangi kadar jerebu atau kabut asap yang menyelimuti wilayah tersebut.

Lebih lanjut, BPBD Mimika meminta kerja sama masyarakat untuk mematuhi imbauan ini demi meminimalisasi risiko gangguan kesehatan. 

Warga didesak untuk beralih dan hanya menggunakan sumber air bersih yang telah terjamin aman serta layak konsumsi selama masa modifikasi cuaca berlangsung.

"Kami memohon kerja samanya untuk tidak menampung air hujan selama periode ini. Utamakan kesehatan keluarga dan mari bersama menjaga lingkungan kita semua," tambah Aser.

Operasi pembenihan awan diharapkan menjadi solusi efektif untuk membersihkan udara dari kepungan asap. 

Pemerintah mengapresiasi pengertian masyarakat dan berharap langkah ini dapat segera mengembalikan kualitas udara yang bersih dan sehat di Mimika.

Editor: Ahmad

Iklan