Cegah Konflik, Aparat Gabungan Razia Senjata dan Sita ratusan Panah di Kwamki Narama

Polisi melakukan razia dan penyisiran skala besar di Kwamki Narama. (Foto: Istimewa).

Cegah Konflik, Aparat Gabungan Razia Senjata Dan Sita Ratusan Panah Di Kwamki Narama

MIMIKA, TabukaNews.com —  Tim gabungan Kepolisian Resor Mimika dan Satuan Brimob melancarkan operasi penyisiran dan razia skala besar di Kampung Amole, Distrik Kwamki Narama, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, Selasa (15/9/2026). 

Langkah penegakan hukum ini bertujuan untuk meredakan potensi konflik horizontal serta menertibkan senjata tajam dan alat perang milik kelompok warga yang bertikai. 

Penyusiran yang dimulai sekitar pukul 09.45 WIT tersebut dipusatkan di area Jalur 1 dan Jalur 2 Kampung Amole. 

Sebanyak 145 personel gabungan yang terdiri atas personel Polres Mimika, Polsek Kwamki Narama, Batalyon B Brimob Polda Papua Tengah, dan Pasukan III Pelopor Mabes Polri dikerahkan di bawah pimpinan Wakapolres Mimika Kompol J. Limbong.

Aparat menyisir area dari organisasi warga hingga pinggiran hutan untuk merobohkan empat tenda perang milik kelompok yang berkonflik. 

Di tengah proses penyisiran, petugas sempat mendapat perlawanan dari sekelompok warga di tepi hutan yang melepaskan sekitar tujuh anak panah ke arah aparat.

Petugas kemudian melepaskan tembakan gas air mata ke arah hutan untuk membubarkan massa. Tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam kejadian penembakan gas air mata tersebut.

Di samping menyita peralatan perang, razia dikhususkan untuk memburu dua orang yang masuk daftar pencarian orang (DPO) berinisial ND dan JM. 

Polisi belum menemukan kedua DPO tersebut, tetapi berhasil mengamankan seorang pria berinisial OH (31) di sekitar Polsek Kwamki setelah ia berusaha melarikan diri saat patroli. Terduga pelaku kini menjalani pemeriksaan di Satuan Reskrim Polres Mimika.

Dari operasi hingga Selasa sore, aparat menyita ratusan alat perang dan persenjataan tradisional. Barang bukti yang diamankan meliputi:

  • Senjata Panah:  67 pucuk busur, 423 anak panah, 83 mata anak panah, serta 46 anak panah rusak
  • Senjata Sharp & Tajam:  3 pucuk senapan angin, 6 pisau parang, 2 buah kapak, 1 buah gergaji, dan 1 batang besi
  • Atribut & Perlengkapan Perang:  15 lembar seng dan triplek tameng, 29 unit aksesori Waimum, 1 buah tulang kasuari, serta 4 unit gitar kayu

Wakapolres Mimika Kompol J. Limbong menegaskan operasi penegakan hukum ini merupakan komitmen aparat untuk menghentikan konflik antarkelompok di Kwamki Narama.

Mari kita bersama-sama terus demi kebaikan Kwamki Narama. Konflik ini sudah terlalu banyak memakan korban, dan menjadi tanggung jawab kita bersama untuk terus melakukan pengamanan serta mengembalikan kedamaian di wilayah ini,” ucap Kompol J. Limbong. 

Aparat keamanan dipastikan akan terus bersiaga dan mengintensifkan patroli secara berkala guna menjamin stabilitas keamanan dan menjaga masyarakat di Distrik Kwamki Narama.

Editor: Ahmad

Iklan