Cari Ikon Beauty With Confidence, Timika Jadi Tuan Rumah Perdana Miss Bintang Indonesia Papua Tengah dan Maluku

Cari Ikon Beauty With Confidence, Timika Jadi Tuan Rumah Perdana Miss Bintang Indonesia Papua Tengah Dan Maluku

MIMIKA, TabukaNews.com – Suasana Ballroom Hotel Horison Diana Timika tampak berbeda pada Selasa (14/5/2026). Puluhan perempuan muda dan anak-anak berkumpul dengan antusiasme tinggi. 

Mereka bukan sekadar bersaing memperebutkan mahkota, melainkan sedang ditempa menjadi agen perubahan melalui ajang Miss Bintang Indonesia (MBI) Papua Tengah dan Maluku 2026.

Penyelenggaraan tahun ini terasa spesial. Pasalnya, Timika terpilih sebagai tuan rumah pertama di wilayah Papua Raya dan Maluku untuk menggelar seleksi secara luring (offline). 

Keputusan ini diambil bukan tanpa alasan. Keberadaan fasilitas publik yang representatif dan kemenangan kontestan asal Timika pada edisi sebelumnya menjadi pemicu utama.

*Bukan Sekadar Cantik, Tapi Berdampak*

Ketua Penyelenggara dari Yayasan Santa Maria, Maria Novita Lesomar, S.ST.Par, menegaskan bahwa standar yang dicari tahun ini melampaui estetika fisik. 

Mengusung visi Beauty with Confidence, MBI mencari sosok yang memiliki rasa percaya diri tinggi dan mampu memberikan dampak positif bagi lingkungan.

"Cantik itu bukan hanya luar saja, tapi harus berdampak bagi masyarakat sekitar. Kami ingin menemukan bibit asli anak-anak Papua Tengah dan Maluku yang nantinya bisa mewakili daerah di tingkat nasional di Jakarta pada Agustus mendatang," ujar Maria saat ditemui di sela-sela kegiatan.

Ajang ini pun inklusif, mencakup empat kategori usia: Junior Kids (5-8 tahun), Anak-anak (9-13 tahun), Remaja (14-18 tahun), hingga Dewasa (19-30 tahun). Sebanyak 31 peserta terpilih kini tengah menjalani karantina intensif selama empat hari, yang meliputi kelas pengembangan diri, mulai dari public speaking, kelas Bahasa Inggris, hingga etika catwalk. 

*Kontribusi Bagi Industri Kreatif*

Pemilihan Timika sebagai lokasi penyelenggaraan juga didasari atas standar MBI yang mewajibkan acara digelar di ruang publik seperti pusat perbelanjaan. Puncaknya, grand final akan dilaksanakan di Diana Mall dan Horison Diana pada 17 Mei 2026.

Kehadiran ajang ini diharapkan mampu menggairahkan industri kreatif lokal. Para pemenang nantinya memegang mandat selama satu tahun untuk menjadi mitra pemerintah dalam mempromosikan pariwisata dan terlibat dalam kegiatan sosial tanpa pamrih.

"Mereka wajib hadir di tengah masyarakat tanpa perlu diundang jika ada isu sosial. Mereka akan membantu pemerintah secara sukarela sebagai bentuk pengabdian," tutup Maria.

*Jembatan Budaya dan Sosial*

Sementara itu, Regional Director MBI Papua Tengah dan Maluku, Kinanthi Pirenaning Widiasiwi, A.Md, menyoroti sisi unik dari talenta Timur Indonesia. 

Jika selama ini Maluku identik dengan suara merdu dan Papua dengan prestasi olahraga, MBI hadir untuk menonjolkan sisi lain yang jarang terekspos, yakni kecantikan yang berpadu dengan aksi kemanusiaan.

"MBI lebih fokus menjunjung sisi yang tidak terlihat, yaitu sifat kepedulian sosial. Baik kategori anak-anak maupun dewasa, semua didorong untuk memiliki nilai kemanusiaan," kata Kinanthi.

Menariknya, daya tarik ajang ini mampu menyedot peserta dari luar daerah. Tak hanya dari Timika dan Deiyai, beberapa kontestan bahkan datang jauh-jauh dari Jayapura hingga Bali demi mengikuti seleksi ini. 

Hal ini membuktikan bahwa kerinduan anak muda Papua Tengah dan Maluku untuk memiliki wadah aktualisasi diri sangatlah besar.

Ajang Miss Bintang Indonesia Papua Tengah dan Maluku 2026 di Timika bukan sekadar kontes kecantikan biasa, melainkan laboratorium pembentukan karakter bagi perempuan muda di Timur Indonesia. 

Dengan menitikberatkan pada aspek kepedulian sosial dan kepercayaan diri, ajang ini diharapkan melahirkan ikon baru yang mampu menjadi inspirasi bagi generasi seusianya dalam membangun daerah melalui hal-hal kecil yang berdampak besar. (Ahmad)

Iklan