Bupati Mimika Respons Gelombang Kritik Warga di Media Sosial: Minta ASN Tetap Fokus dan Bijak

Bupati Mimika Johannes Rettob. (Foto: Ahmad).

Bupati Mimika Respons Gelombang Kritik Warga Di Media Sosial: Minta Asn Tetap Fokus Dan Bijak

MIMIKA, TabukaNews.com — Derasnya sorotan dan kritik masyarakat terhadap kinerja Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Mimika di media sosial menyedot perhatian khusus Bupati Mimika, Johannes Rettob. 

Di tengah riuhnya narasi publik, Pemkab Mimika memilih tidak antikritik dan meminta jajarannya menjadikan masukan warga sebagai ajang evaluasi kinerja.

Sikap tersebut disampaikan Bupati Johannes Rettob saat memimpin apel gabungan Aparatur Sipil Negara (ASN) di halaman Kantor Pusat Pemerintahan Kabupaten Mimika, Papua Tengah, Senin, 3 Agustus 2026.

Rettob menilai dinamika serta riak protes warga di ruang digital merupakan ekspresi kewajaran dalam sistem demokrasi dan tata kelola pemerintahan yang terbuka.

“Kita harus menyikapi dinamika di media sosial dengan baik, Wajar jika masyarakat menyampaikan kritik dan protes. Apabila bersifat membangun,” katanya, Senin (3/8/2026).

Menjaga Kedisiplinan dan Etika Digital ASN

Alih-alih menyikapi kritik dengan sikap reaktif atau menutup diri, Rettob menekankan pentingnya ketahanan mental para pegawai negeri. 

Menurutnya, masukan dari publik seharusnya menjadi bahan pijakan untuk membenahi pelayanan publik, bukan alasan untuk surut dalam bekerja.

“Jangan sampai kita tergoyahkan atau mundur hanya karena suara yang tidak membangun. Kita tidak boleh menjadi kebal atau menutup mata terhadap masukan, namun tetap berpegang pada prinsip dan aturan yang benar,” ucapnya.

Di sisi lain, orang nomor satu di Mimika tersebut menggarisbawahi etika berinteraksi di ruang siber bagi para abdi negara. 

Ia mengingatkan para ASN agar tidak terperosok dalam polemik media sosial yang tidak produktif, apalagi sampai menyebarkan desas-desus yang belum terverifikasi kebenarannya.

“Saya berharap kita sebagai ASN tetap bergerak perlahan namun pasti, tidak menyebarkan berita yang belum tentu benar, dan tidak saling membicarakan hal yang tidak bermanfaat,” tutup Johannes.

Pesan tegas ini menjadi sinyal bagi jajaran birokrasi Pemkab Mimika untuk menjaga kedisiplinan dan fokus pada program pembangunan daerah, sekaligus membuktikan kinerja nyata di tengah tingginya ekspektasi masyarakat.

(Editor: Ahmad)

Iklan