Buntut Rolling Brutal Asn Korban Ketemu Wabup Jr
Timika, Tabukanews.com – Buntut dari rolling jabatan semena-mena, para ASN korban kembali mendatangi Sentra Pemerintahan Kantor Bupati, SP3. ASN itu merupakan Orang Asli Papua(OAP), Amungme-Kamoro, dan Nusantara.
Kali ini kedatangan para pejuang martabat ASN itu diterima langsung oleh Wakil Bupati Mimika, Johannes Rettob (JR), di Gedung A sekira pukul 11:50 WIT.
Masih sama, para ASN itu menyuarakan protes terkait dampak rolling brutal yang mereka alami akibat kebijakan Bupati Mimika Eltinus Omaleng.
Perwakilan ASN, Fredy mengungkapkan tujuan kedatangan mereka adalah untuk mencari keadilan terhadap nasib mereka yang terkena dampak rolling brutal itu.
"Ini diskriminasi dalam pemberlakukan penempatan pegawai, Bupati asal menempatkan pegawai sudah tidak sesuai aturan," ujarnya.
Lagi katanya, mereka menuntut agar aturan ASN di Indonesia juga diterapkan dengan benar di Timika, Papua Tengah, tanpa penyalahgunaan kebijakan.
Agus Salim, seorang PNS, menambahkan bahwa tujuan mereka bukan untuk menuntut jabatan, melainkan untuk menegakkan prinsip birokrasi yang berjalan dengan benar.
"Kami menuntut birokrasi harus berjalan dengan benar, Sekda sampai hari ini tidak mempunyai tanggung jawab terhadap masalah yang terjadi dan mengatakan bahwa dia tidak mengetahuinya," kata Agus Salim.
Mereka juga mempertanyakan siapa sebenarnya yang bertanggung jawab atas kebobrokan sistem pemerintahan di Timika, mengingat rolling pada tanggal 30 Oktober dan 5 Desember kemarin telah menciptakan kekacauan dalam sistem tersebut.
Wakil Bupati Mimika, Johannes Rettob, memberikan respons tegas terhadap keluhan para ASN. Ia menyatakan bahwa pemerintahan harus mengikuti aturan untuk mencegah dampak negatifnya terhadap masyarakat.
"Saya dengar sudah dipindah sana sini, ini tidak boleh terjadi karena ini pemerintah, semua harus mengikuti aturan," ungkap JR.
JR juga menyatakan penyesalannya terkait keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang memperpanjang masa jabatan Bupati dan Wakil Bupati, meskipun dirinya sendiri yang ikut mengajukan keberatan ke MK.
"Lebih baik kemarin berakhir saja, saya diam selama 4 tahun namun sekarang saya lawan, semua yang menginginkan pemerintahan bersih dan sesuai aturan mari ikut saya, kita perbaiki Kabupaten ini, kalau perlu kita usir mereka yang merusak dan membuat kehancuran," tegas JR.
JR juga menyoroti pengaturan mekanisme rolling yang diatur sembarangan, menyebabkan ketidaksesuaian antara Surat Keputusan (SK) yang dibacakan dan yang diterima oleh pegawai.
"Bisa kita lihat yang dibacakan lain dan yang terima SK lain, lebih banyak lagi tidak sesuai pangkat namun berada di posisi tertentu," ungkapnya.
JR mengingatkan agar para pegawai yang sudah dilantik segera mengundurkan diri jika Bupati Omaleng tidak mengklarifikasi rolling yang kontroversial tersebut.
"Hari ini (22/12) sesuai surat rekomendasi bahwa pak Bupati harus mengklarifikasi rolling kemarin, jika tidak maka pusat yang akan langsung membatalkannya, dampak yang terberat adalah para pegawai yang diangkat akan diblokir langsung oleh BKN dan ini tentu merugikan diri mereka sendiri," tambah JR.
Ia juga menyayangkan dualisme yang terjadi di berbagai organisasi dan pemerintahan. "Bisa kita lihat, dimana mana terjadi dualisme yang dibuat secara sengaja seperti KONI, Askab dan lain-lain. Lebih parahnya organisasi wartawan yang harusnya independen dimasuki langsung intervensi, ini saya sudah dengar sendiri, Kepala Kesbangpol harus bertanggung jawab dan memberikan klarifikasi khusus terkait hal ini," pintanya
Wabup JR menegaskan tekadnya untuk melawan segala bentuk ketidakadilan dalam waktu 8 bulan ke depan, dan mengajak semua pihak yang peduli terhadap daerah ini untuk bersatu dalam perlawanan.
"8 bulan sisa ini kita perbaiki untuk melayani masyarakat dengan baik, mari berdiri di belakang saya, kita lawan bersama kalau sayang daerah ini, pemerintahan tidak boleh berjalan seperti ini," pungkasnya.
Terakhir, JR memberikan pesan kepada masyarakat untuk menjalani Natal dengan baik meskipun situasi politik di Kabupaten Mimika tengah tidak stabil. "Natal ini saya harap kita lewati dengan suka cita," tandasnya. (Manu)









