Buntut Pembunuhan Dua Siswa Magang, Pemkab Mimika Bakal Gelar Operasi Senyap

Bupati Mimika, Johannes Rettob. (Foto: Ahmad).

Buntut Pembunuhan Dua Siswa Magang, Pemkab Mimika Bakal Gelar Operasi Senyap

MIMIKA, TabukaNews.com — Pemerintah Kabupaten Mimika, Papua Tengah, bersiap mengetatkan pengawasan keamanan menyusul aksi pembunuhan sadis yang menurunkan dua siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 1 Mimika di kawasan SP 3. 

Bupati Mimika Johannes Rettob mengecam keras aksi kekerasan yang menimpa anak-anak di bawah umur tersebut dan menilai eskalasi kriminalitas di wilayahnya semakin mendidik.

"Kami sedih pembunuhan pada anak-anak yang tidak punya dosa ini terjadi. Ini semakin brutal," kata Johannes, Senin (31/8/2026).

Kedua korban yang tengah menjalani program magang sebelumnya ditemukan terbunuh mengenaskan di dalam area bengkel mobil di kawasan SP 3, Kelurahan Karang Senang, Distrik Kuala Kencana. 

Hasil penemuan awal menunjukkan kedua pelajar mengalami luka sabetan senjata tajam di bagian kepala dan leher.

Merespons peristiwa berdarah yang memicu keresahan masyarakat tersebut, Pemerintah Kabupaten Mimika berkoordinasi dengan aparat kepolisian dan TNI untuk memperketat razia serta patroli rutin, terutama pada malam hari. 

Pemerintah daerah mengimbau warganya agar membatasi aktivitas di luar rumah jika tidak ada keperluan mendesak, serta memperketat pengawasan terhadap anak usia remaja.

Johannes mengungkapkan, pemerintah daerah bersama aparat keamanan telah menetapkan langkah-langkah penindakan khusus guna memulihkan stabilitas keamanan dan memulihkan masyarakat di Timika.

“Dalam waktu yang sangat dekat, kami melakukan operasi-operasi. Saya tidak akan sampaikan di depan umum, tetapi ini merupakan operasi diam yang akan membuat aman di Mimika,” ujar Johannes menegaskan.

Ia tidak menampik bahwa ancaman gangguan keamanan di Kabupaten Mimika terbilang tinggi. 

Johannes bahkan menceritakan pengalaman pribadinya bersama Wakil Bupati Mimika yang sempat dievakuasi oleh personel Brimob akibat menampilkan eskalasi keamanan di lapangan. 

Menurutnya, meski patroli rutin terus digencarkan aparat, para pelaku kejahatan sering memanfaatkan celah dan kelengahan petugas di jam-jam rawan.

Melalui pengetatan patroli serta penggelaran operasi khusus ini, Pemkab Mimika berharap dapat memutus mata rantai tindak kejahatan jalanan dan memberikan rasa aman bagi masyarakat.

Editor: Ahmad

Iklan