Translate
Redaksi Tabuka News | 29 August 2025BPBD Sosialisasi Rencana Penanggulangan Bencana di Mimika, Fokus Pada Kearifan Lokal

TIMIKA, TabukaNews.com - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mimika telah melaksanakan kegiatan sosialisasi untuk penyusunan Rencana Penanggulangan Bencana (RPB) tahap II yang berlangsung di Hall Room Hotel Grand Tembaga pada hari Jumat, 29/8/2025.
Dalam kegiatan tersebut BPBD menekankan pentingnya integrasi kearifan lokal dalam penanganan bencana, terutama mengingat kondisi geografis Kabupaten Mimika yang unik.
Acara dibuka oleh Frans Kambu, Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan, yang menyampaikan sambutan atas nama Bupati Mimika. Dalam sambutannya, ia menyoroti keragaman geografis di Mimika, yang mencakup area pesisir hingga pegunungan, serta implikasi beragamnya potensi risiko bencana yang harus dihadapi.
Frans Kambu menegaskan bahwa kearifan lokal masyarakat setempat memainkan peranan penting dalam mengatasi tantangan yang ada. Ia menyampaikan bahwa pengetahuan tradisional yang diwariskan oleh nenek moyang terkait cara hidup harmonis dengan alam dan mengenali tanda-tanda alam adalah aset berharga yang tidak boleh diabaikan.
"Integrasi kearifan lokal dalam RPB bertujuan untuk membuat rencana ini lebih relevan dan adaptif terhadap budaya dan lingkungan masyarakat," katanya.
Pemanfaatan kearifan lokal diharapkan dapat memberikan solusi yang tepat serta berkelanjutan dalam mitigasi bencana, kesiapan, respons darurat, serta rehabilitasi pasca-bencana.
Frans Kambu juga mengajak seluruh peserta untuk berkontribusi aktif, memberikan masukan, serta berbagi pengalaman dan kearifan lokal yang ada. Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara tokoh masyarakat, akademisi, pelaku usaha, komunitas, serta dukungan dari TNI/Polri dan instansi terkait lainnya untuk menghasilkan RPB yang komprehensif dan efektif.
Dalam proses penyusunan RPB, kolaborasi antara lima pilar—pemerintah, masyarakat, dunia usaha, akademisi, dan media—menjadi pondasi utama. Hal ini bertujuan untuk memastikan bahwa dokumen yang dihasilkan mencakup langkah-langkah mitigasi yang terperinci, strategi kesiapsiagaan yang jelas, serta mekanisme respons yang efisien, sambil tetap menekankan kearifan lokal.
Frans Kambu berharap lokakarya ini dapat menjadi forum dialog yang produktif untuk memperbaiki draf RPB. Ia mengajak semua pihak untuk bersatu dalam membangun kesadaran akan bencana, meningkatkan kapasitas kelembagaan, dan memastikan alokasi anggaran untuk penanggulangan bencana dilakukan secara efektif dan tepat sasaran.
"Dengan mengedepankan kearifan lokal, Kabupaten Mimika berambisi untuk meningkatkan ketangguhan dalam menghadapi potensi bencana dan mewujudkan visi Mimika yang Responsif, Enerjik, Transparan, Terampil, Objektif, dan berdaya saing menuju "GERBANG EMAS" (Gerakan Kebangkitan Ekonomi Masyarakat Adil dan Sejahtera), "pungkasnya.(Elis)