BPBD Mimika Salurkan 6.000 Liter Air Bersih ke Kampung Pigapu

Pelaksa Harian (Plh) Kepala BPBD Mimika, Fransiskus Bokeyau saat menyalurkan air bersih kepada warga di wilayah Kampung Pigapu, Distrik Iwaka, Mimika, Papua Tengah, Jumat (9/10/2026). (Foto: Desy).

Bpbd Mimika Salurkan 6.000 Liter Air Bersih Ke Kampung Pigapu

MIMIKA, TabukaNews.com — Warga Kampung Pigapu di Distrik Iwaka, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, menghadapi krisis air bersih. Untuk membantu warga, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mimika menyalurkan bantuan air bersih pada Jumat (09/10/2026).

Krisis ini terungkap setelah tim BPBD Mimika meninjau langsung kawasan pemukiman warga yang selama ini dikenal dengan nama Logpon tersebut. 

Dalam peninjauan itu, petugas menemukan masyarakat kesulitan mendapatkan air yang layak untuk dikonsumsi.

Pelaksana Harian (Plh) Kepala BPBD Kabupaten Mimika Fransiskus Bokeyau menjelaskan bahwa sebagian besar warga masih memakai air sungai untuk mandi dan mencuci. Namun, mereka sangat kesulitan mendapat air minum yang aman.

"Kemarin setelah kami melakukan peninjauan dan membuat perencanaan, kami langsung menyiapkan pasokan air bersih. Kami kerahkan dua unit mobil tangki dengan total kapasitas 6.000 liter," katanya saat dihubungi, Jumat (9/10/2026).

Pendistribusian air dipimpin langsung oleh Kepala Bidang Logistik BPBD Mimika bersama stafnya. Petugas mendatangi rumah-rumah warga untuk membagikan air secara langsung.

“Petugas menyisir pemukiman warga untuk mengisikan air bersih ke setiap drum, tong, galon, maupun wadah penampungan yang telah disiagakan masyarakat di pinggir jalan," ujarnya.

BPBD Mimika belum memegang data pasti mengenai jumlah Kepala Keluarga (KK) yang terdampak. Meski begitu, petugas mencatat hampir seluruh rumah di kawasan Logpon membutuhkan bantuan air minum.

“Secara keseluruhan terpantau hampir setiap mata rumah membutuhkan air bersih,” tutur Fransiskus.

BPBD Mimika berjanji terus memantau kondisi di lapangan. Jika krisis air berlangsung lama, pemerintah daerah menyiapkan langkah penanganan tambahan untuk mencegah dampak yang lebih buruk bagi warga.

"Kami harap, sektor dan instansi terkait dapat saling berkoordinasi untuk meminimalkan serta mengantisipasi potensi dampak bencana serupa di masa mendatang," pungkasnya.

Penulis: Desy

Editor: Ahmad

Iklan