Bmkg Benarkan Informasi Poster Larangan Menampung Air Hujan Akibat 'cloud Seeding'
MIMIKA, TabukaNews.com — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Mozes Kilangin Kelas II Mimika membantah narasi dalam poster digital yang melarang masyarakat menampung air hujan. Poster yang beredar luas di media sosial tersebut mengklaim air hujan berbahaya untuk dikonsumsi maupun digunakan sehari-hari lantaran tercemar bahan kimia dari operasi penyemaian awan (cloud seeding).
Pengamat Meteorologi dan Geofisika (PMG) Pertama BMKG Mimika, Tesla Kadar Dzikiro, memastikan pesan berantai tersebut sebagai kabar bohong. Ia menegaskan, saat ini tidak ada Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) yang berlangsung di wilayah Timika dan sekitarnya.
"Sehingga otomatis dari sini saja sudah ketahuan bahwa di Timika itu tidak sedang dilakukan Operasi Modifikasi Cuaca. Jikapun, ada Operasi Modifikasi Cuaca, kita selaku Stasiun Meteorologi Timika atau BMKG pasti terlibat. Artinya, informasi tersebut tidak benar," tegas Tesla.
Secara teknis, Tesla meluruskan kekeliruan persepsi publik mengenai dampak modifikasi cuaca terhadap kualitas air. Penggunaan Natrium Klorida (NaCl) atau garam dalam pembenihan awan murni bertujuan mempercepat proses kondensasi alami di atmosfer, bukan meracuni presipitasi.
Ia menjelaskan, jika di suatu wilayah manapun yang terdapat Operasi Modifikasi Cuaca dan menggunakan salah satunya adalah pembenihan awan seperti NaCl atau sejenisnya, itu tidak mempengaruhi kualitas dari air hujannya.
Mengapa hal itu terjadi ? Secara ilmiah, NaCl yang digunakan atau pembenihan atau garam dan sejenisnya yang digunakan untuk pembenihan awan, itu hanya digunakan untuk mempercepat kondensasi dari awan itu sendiri. Sehingga dapat mempercepat inti kondensasi awan, ketika turun menjadi air akan tetap menjadi air seperti biasa.
Alih-alih melarang, BMKG justru mengimbau warga Timika memanfaatkan curah hujan yang turun belakangan ini. Penampungan air dinilai penting sebagai langkah mitigasi menghadapi potensi kekeringan atau kelangkaan air bersih pada hari-hari mendatang.
Tesla menghimbau kepada masyarakat mumpung beberapa hari ini hujan di Timika dan ada kemungkinan tidak hujan beberapa hari kedepannya lagi, lebih baiknya tetap menampung air hujan untuk di wilayah-wilayah yang mulai kesulitan air.
"Karena hujan-hujan seperti yang kemarin beberapa hari yang lalu mungkin kita bisa manfaatkan airnya untuk kebutuhan sehari-hari apabila memang di daerah tersebut mengalami kesulitan air. Sehingga informasi yang beredar untuk tidak menampung hujan adalah hoaks. Dan malah masyarakat dianjurkan untuk beberapa saat ini untuk menampung air hujan guna memitigasi kekurangan air atau kekeringan di wilayah Timika," ungkapnya.
Kendati Stasiun Meteorologi Mozes Kilangin belum dilengkapi instrumen penguji kandungan kimia air hujan, BMKG memberikan panduan praktis bagi warga, terutama dalam mengantisipasi sebaran asap dari wilayah Merauke.
Ia menambahkan, karena di Stasiun Meteorologi Mozes Kilangin Timika itu tidak ada alat untuk mengecek kimia air hujan, namun dikarenakan adanya asap dari Merauke yang tidak diketahui apakah ada partikel-partikel dan sejenisnya.
"Tetapi mungkin ada lebih baiknya ketika ditampung air hujannya dan ketika ada mencium bau dan lainnya ditahan atau ditampung 1 hari atau 2 hari terlebih dahulu. Namun, apabila digunakan tidak untuk dikonsumsi, masih aman-aman aja," pungkasnya.
Penulis: Desy
Editor: Ahmad









