Berikut Identitas 9 Korban Yang Disandera KKB di Distrik Jila

Kapolres Mimika, AKBP Alredo Agustinus Rumbiak. (Foto: Istimewa).

Berikut Identitas 9 Korban Yang Disandera Kkb Di Distrik Jila

MIMIKA, TabukaNews.com — Kepolisian Resor (Polres) Mimika resmi merilis identitas sembilan warga sipil yang menjadi korban penyanderaan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Distrik Jila, Kabupaten Mimika, Papua Tengah. 

Seluruh korban yang disandera berjenis kelamin perempuan, di mana sebagian besar di antaranya masih tergolong anak-anak dan remaja usia sekolah.

Peristiwa penyanderaan tersebut terjadi di Kampung Pasir Putih, Distrik Jila, pada Selasa, 18 Agustus 2026 sekitar pukul 13.40 WIB. 

Aksi penyerangan kelompok bersenjata ini juga memicu kejadian kekerasan fatal yang mengakibatkan satu orang warga dunia meninggal dan satu orang lainnya mengalami luka berat.

Kapolres Mimika, AKBP Alredo Agustinus Rumbiak, mengonfirmasi bahwa daftar identitas para korban dipastikan setelah pihak kepolisian menerima laporan riil dari masyarakat serta personel verifikasi di lapangan.

"Laporan awal yang kami terima kemarin kan kami hanya mendengar informasinya dari masyarakat itu ada penyanderaan. Namun, kami belum bisa berjanji atau memastikan itu benar-benar terjadi. Namun, hari ini kami sudah mendapatkan nama-nama yang diberikan oleh masyarakat terkait yang menjadi korban, warga yang dari... dari keluarga yang menjadi korban," papar AKBP Alredo Agustinus Rumbiak, Rabu (19/8/2026).

AKBP Alredo membeberkan bahwa seluruh korban penyanderaan merupakan perempuan. Berdasarkan data resmi yang dihimpun Polres Mimika, berikut identitas sembilan korban penyanderaan di Distrik Jila:

  1. Nemerina Wamang (17 tahun) – Kondisi hamil muda, warga Kampung Pilikogom.
  2. Alin Mesawarol – Siswi Kelas 6 SD, warga Kampung Jila.
  3. Nopi Aim – Siswi Kelas 4 SD, warga Kampung Jila.
  4. Opinte Mesawaro – Siswi Kelas 3 SD, warga Kampung Jila.
  5. Yotina Senawatme (18 tahun) – Warga Kampung Noema.
  6. Meria Nibilingame (15 tahun) – Warga Kampung Pilikogom.
  7. Wena Katagame (18 tahun) – Warga Kampung Bunaraigin.
  8. Ilimin Onawame (18 tahun) – Warga Kampung Noema.
  9. Miante Nibilingame (13 tahun) – Warga Kampung Bunaraigin.

Aksi penculikan dan penyanderaan tersebut sempat memicu perlawanan dari warga setempat. Berdasarkan laporan masyarakat yang diterima Koramil 1710-05/Jila, dua orang ibu berusaha menghadang sekitar 15 anggota kelompok bersenjata yang hendak membawa pergi anak-anak perempuan mereka.

Namun, upaya penyelamatan tersebut direspon secara brutal oleh para pelaku. Seorang ibu meninggal dunia di lokasi kejadian akibat luka parah di bagian perut setelah mengalami tindak kekerasan saat berjuang melindungi putrinya. Jenazah korban kini telah dievakuasi oleh warga setempat untuk menjalani prosesi adat.

Sementara itu, seorang ibu lainnya mengalami luka berat berupa patah kaki setelah dilempar oleh pelaku ke dalam jurang. Korban selamat tersebut berhasil dievakuasi ke Kampung Pilikogom untuk mendapatkan penanganan medis. Hingga saat ini, keberadaan sembilan perempuan yang dibawa lari oleh kelompok tersebut masih belum diketahui.

Menindaklanjuti kejadian tersebut, Polres Mimika langsung menyiapkan langkah-langkah taktis, termasuk rencana Olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) serta pengerahan personel tambahan ke lokasi kejadian.

“Namun, untuk langkah-langkah berikutnya dari kami dari Polres, kami akan melakukan olah TKP sekaligus penebalan personel,” jelas Kapolres Mimika.

Aparat kepolisian juga menyiagakan dukungan dari Batalyon B Brimob untuk memperkuat personel di daerah konflik, memingat aksesibilitas wilayah yang bergantung pada transportasi udara.

"Kami minta bantuan dari Batalyon Brimob untuk mem-backup rekan-rekan kami yang ada disana. Ini karena berkaitan dengan penerbangan juga ya. Kemungkinan mungkin naik heli ya. Kemungkinan ini hanya mungkin kami siapkan satu regu dari Batalyon B Brimob. Gitu," tambahnya.

Mengenai jumlah kekuatan kelompok penyerang, AKBP Alredo mengungkapkan estimasi sementara berdasarkan keterangan dari lapangan. 

“Informasi yang kami dapat perkembangan di lapangan ya, itu dilakukan oleh kurang lebih informasinya seputar 15 orang dari kelompok... yang dikatakan KKB,” ungkap Alredo.

Saat ini, aparat keamanan gabungan TNI-Polri memperketat penjagaan di wilayah Distrik Jila guna mengantisipasi potensi gangguan keamanan susulan, mengumpulkan fakta lanjutan, serta menyusun strategi penyelamatan terhadap seluruh penyanderaan korban.

Editor: Ahmad

Iklan