Bagi-Bagi Masker, Bappeda Mimika Imbau Warga Waspada Kabut Asap Pekat

Seorang pegawai Bappeda Mimika sedang memberikan masker kepada pengendara roda dua di Mimika. (Foto: Istimewa).

Bagi-bagi Masker, Bappeda Mimika Imbau Warga Waspada Kabut Asap Pekat

MIMIKA, TabukaNews.com — Kondisi kabut asap pekat yang mengepung seluruh wilayah Kabupaten Mimika dalam satu pekan terakhir telah mengakibatkan kualitas udara yang buruk. 

Situasi ini sungguh memprihatinkan hingga mendorong jajaran Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Mimika untuk turut membagikan masker guna mencegah masyarakat terpapar gangguan pernapasan.  

Pada Selasa, (13/10/2026), para pegawai Bappeda Mimika menjejaki area lampu merah Jalan Budi Utomo — Jalan Hassanudin. Tercatat, 5000 masker ludes dibagikan kepada setiap pengendara yang melintas. 

5.000 masker kepada masyarakat di perempatan lampu merah Jalan Budi Utomo–Hasanuddin, Timika, Selasa (13/10/2026). 

Selain membagikan masker, petugas juga memberikan edukasi mengenai pentingnya menggunakan masker selama kondisi kabut asap masih berlangsung.

Kepala Bappeda Kabupaten Mimika, Septinus Timang, mengatakan kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari arahan Bupati Mimika Johannes Rettob sebagai langkah antisipatif dan preventif untuk melindungi kesehatan masyarakat, terutama kelompok rentan dan anak-anak.

“Ini merupakan implementasi arahan Bapak Bupati tentang langkah antisipatif, preventif, dan perlindungan pemerintah terhadap masyarakat, khususnya kelompok rentan dan anak-anak sekolah,” tutur Septinus.

Menurut Septinus, penggunaan masker perlu menjadi perhatian bersama karena masih banyak warga yang beraktivitas di luar rumah tanpa perlindungan di tengah paparan kabut asap. 

Ia juga menyoroti kebiasaan sebagian orang tua yang membonceng anak-anak menggunakan sepeda motor tanpa memakai masker. Padahal, paparan asap dapat berdampak buruk terhadap kesehatan, meskipun dampaknya tidak selalu langsung terlihat.

“Asap ini sangat berbahaya bagi kesehatan. Memang tidak terlihat dampaknya secara langsung, tetapi bisa memengaruhi kesehatan kita, termasuk memicu infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) dan gangguan pada paru-paru,” katanya.

Kesadaran masyarakat untuk menggunakan masker menjadi bagian penting dalam upaya mengurangi risiko gangguan kesehatan akibat paparan asap. 

Ia mengajak masyarakat agar lebih mengutamakan keselamatan dan kesehatan anak-anak ketika beraktivitas di luar rumah.

Pembagian masker tersebut juga sejalan dengan langkah Pemerintah Kabupaten Mimika dalam mengantisipasi dampak kabut asap, termasuk melalui instruksi pemberlakuan kegiatan belajar mengajar (KBM) dari rumah atau secara daring bagi peserta didik jenjang pendidikan anak usia dini (PAUD) dan sekolah dasar (SD).

Kebijakan belajar dari rumah tersebut menjadi salah satu upaya untuk mengurangi paparan kabut asap terhadap anak-anak yang termasuk kelompok rentan terhadap gangguan kesehatan akibat kualitas udara yang memburuk.

Septinus mengatakan pihaknya akan melihat perkembangan situasi untuk menentukan kemungkinan pembagian masker lanjutan. 

Pembagian masker di tingkat rukun tetangga (RT) juga menjadi salah satu opsi yang dapat dipertimbangkan agar edukasi dan perlindungan kesehatan menjangkau lebih banyak warga.

Pemerintah berharap masyarakat tidak mengabaikan bahaya kabut asap dan tetap menerapkan langkah pencegahan, antara lain menggunakan masker saat berada di luar ruangan serta membatasi aktivitas di luar rumah apabila tidak mendesak.

Melalui langkah tersebut, Pemkab Mimika mengajak seluruh masyarakat meningkatkan kewaspadaan dan berpartisipasi menjaga kesehatan bersama selama kabut asap masih berdampak terhadap aktivitas warga di Timika.

Editor: Ahmad

Iklan