Asn Putra Daerah Mimika Lengser, Mameyau: Hak Kami Dirampas
Timika, Tabukanews.com – Rolling Jabatan yang kontroversial di lingkup Pemkab Mimika turut mengorbankan ASN putra Kamoro, asli Mimika.
Di lingkup Pemkab Mimika terhitung hanya ada 5 ASN Kamoro yang menduduki jabatan, tetapi tetap juga tergeser satu per satu.
Salah satunya Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika, Marselino Mameyau. Meski ASN asli Mimika jumlahnya tidak seberapa namun rolling juga menimpa, hampir semua jadi korban.
Salah satu putra terbaik Mimika ini menyesali pergeseran ASN yang semena-mena dan tidak memperhatikan etika norma adat hak ulayat orang asli Mimika.
“Tidak tahu bupati lihat dari sisi mana akhirnya kami ini macam dibunuh hidup-hidup. Seakan-akan kami tidak ada, kami suku Komoro selalu tenang tidak pernah ribut, tidak ganggu orang bahkan rampas orang punya hak, tapi hak kami dirampas,” katanya Jumat (09/12/2023).
Menurutnya mestinya sebagai anak asli putra daerah harusnya diberdayakan, diberikan kesempatan untuk menduduki jabatan.
“Kami mampu, tapi kami tidak diberi kesempatan. Padahal bupati ini baik, anak asli putra daerah. Tapi karena dengar bisikan-bisikan dari orang luar yang tidak bertanggung jawab akhirnya orang-orang luar yang bupati tunjuk, ini aneh putra daerah kok malah menyingkirkan putra daerah,” tuturnya.
Jika rolling jabatan dilakukan dengan alasan ASN berpolitik, ia mengungkapkan selama ini dirinya tidak berpolitik dan bersikap netral. Selain itu dirinya hanya bekerja menjalankan tugas dan tanggung jawabnya sebagai ASN yang menjabat Sekretaris Dinkes.
“Saya tidak berpolitik pak Bupati dan Pak Wakil keduanya saya punya orang tua. Hanya pembisik ini yang bikin kacau, seakan-akan mereka lihat saya ini seakan-akan ikut masalah itu akhirnya jadi korban,”ungkapnya.
Yang membuat dirinya kecewa lantaran dirinya digeser dari jabatan Sek Dinkes tapi tidak disebutkan ditempatkan dimana. Hal tersebut membuat dirinya bingung mau bekerja di dinas mana.
“Sebenarnya saya dirolling tidak masalah. Hanya saya kecewa kenapa kalau memang saya dirolling tapi tidak disebutkan dan dibacakan pelaksana di mana. Saya bingung. Staf di Dinkes kah, puskesmas kah atau saya tidak boleh masuk kantor lagi?” tanyanya heran. (Manu)









