Apresiasi Festival Seni Budaya 2026, Wabup Kemong Ajak Masyarakat Lestarikan Budaya Mimika

Wakil Bupati Emanuel Kemong berkunjung ke salah satu stan UMKM pada Festival Seni Budaya yang diselenggarakan di Lapangan Eks Pasar Swadaya (Pasar Lama), Kamis (8/10/2026), (Foto: Desy).

Apresiasi Festival Seni Budaya 2026, Wabup Kemong Ajak Masyarakat Lestarikan Budaya Mimika

MIMIKA, TabukaNews.com — Festival Seni Budaya 2026 yang diselenggarakan oleh Dinas Kebudayaan, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif Kabupaten Mimika mendapat apresiasi dari Wakil Bupati Mimika, Emanuel Kemong. 

Festival ini di mata Wabup Kemong—sebagai wadah untuk memperkenalkan sekaligus melestarikan seni dan budaya lokal bagi generasi muda.

Kegiatan yang juga dilaksanakan dalam rangka memperingati hari jadi ke-30 Kabupaten Mimika ini melibatkan pelajar, pelaku UMKM, sanggar tari, sanggar seni, pengukir, pemahat, pelaku kuliner, serta masyarakat.

Secara khusus, Kemong mengapresiasi para pemuda dan pelajar SMP maupun SMA dalam berbagai kegiatan selama festival. Menurutnya, keterlibatan mereka menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan seni dan budaya daerah.

Ia berpesan agar karya yang ditampilkan para seniman, pelaku budaya, pengrajin, dan pelaku kuliner selama festival tidak berhenti sebagai pertunjukan, tetapi terus menjadi bagian dari upaya memperkenalkan dan melestarikan kekayaan budaya Mimika.

“Seluruh karya yang dipersembahkan oleh para seniman, pelaku budaya, pengrajin, dan pelaku kuliner selama festival ini harus terus menjadi cermin kekayaan budaya daerah sekaligus menginspirasi generasi muda untuk melestarikan warisan leluhur di tanah Mimika,” kata Wabup Kemong dalam sambutannya saat menutup Festival Seni Budaya 2026 di Lapangan Eks Pasar Swadaya, Kamis (8/10/2026).

“Penampilan seni musik akustik tradisional, tarian warisan leluhur, cerita rakyat, hingga pameran kuliner dan kerajinan tangan membuktikan bahwa kebudayaan lokal Mimika hidup kuat dan menjadi kekayaan yang tak ternilai," ujarnya menambahkan. 

Festival mungkin telah usai, tetapi semangat untuk menjaga budaya tidak boleh ikut berakhir. Bagi Kemong, kegiatan ini harus menjadi penanda kebangkitan budaya, bukan hanya seremonial belaka.

Kegiatan serupa diharapkan dapat terus dilaksanakan sehingga ruang bagi generasi muda untuk mengenal, mempelajari, dan mengembangkan seni serta budaya lokal semakin terbuka.

"Marilah kita terus merawat cerita leluhur dengan mewariskan kepada anak dan cucu, menghidupkan musik tradisional dengan memainkan dan mengajarkan kepada generasi muda, melestarikan busana adat sebagai identitas kita, serta mencintai, mendukung produk lokal sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari," pungkasnya.

Penulis: Desy

Editor: Ahmad

Iklan