Ancaman Asap Karhutla bagi Kesehatan Kelompok Rentan di Papua

Flyer dampak asap karhutla Yayasan Amungsa Cares Papua.

Ancaman Asap Karhutla Bagi Kesehatan Kelompok Rentan Di Papua

MIMIKA, TabukaNews.com — Yayasan Amungsa Cares Papua mengingatkan masyarakat mengenai bahaya serius paparan asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terhadap kesehatan. 

Program Manager Yayasan Amungsa Cares Papua, Fabian Kakisina, menegaskan bahwa partikel berbahaya yang terkandung dalam asap karhutla berpotensi besar mengganggu sistem pernapasan serta kesehatan tubuh secara keseluruhan.  

Menurut Fabian, dampak paparan asap ini menyasar seluruh lapisan masyarakat, tetapi tingkat risiko paling tinggi berada pada kelompok rentan. Kelompok yang dinilai paling berisiko meliputi anak-anak, ibu hamil, lanjut usia (lansia), serta penderita penyakit kronis.  

"Asap karhutla mengandung partikel beracun yang dapat memicu berbagai gangguan kesehatan, mulai dari Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) hingga pemburukan kondisi penyakit kronis," ujar Fabian, Kamis (1/10/2026). 

Sejumlah gangguan kesehatan spesifik yang timbul akibat paparan kabut asap karhutla di antaranya yang pertama iInfeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA): Ditandai dengan gejala batuk, pilek, hingga sesak napas.

Kedua, iritasi Mata dan Tenggorokan: Menyebabkan mata terasa perih, berair, dan merah, serta tenggorokan menjadi kering dan nyeri saat menelan.  

Ketiga, penurunan Fungsi Paru: Berpotensi memperburuk penyakit medis yang sudah ada sebelumnya, seperti asma, bronkitis, dan penyakit paru kronis lainnya.  

Kempat, gangguan Jantung: Paparan polutan halus dalam jangka waktu tertentu dapat meningkatkan risiko komplikasi penyakit jantung dan stroke.  

Guna mengantisipasi dan meminimalkan dampak buruk kualitas udara yang memburuk, Yayasan Amungsa Cares Papua mengimbau warga untuk mengadaptasi langkah-langkah pencegahan secara disiplin. 

Masyarakat diminta untuk selalu menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah demi melindungi diri dan keluarga.  

Selain penggunaan masker, warga dianjurkan untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan, menjaga kebersihan dan kualitas udara di dalam rumah, memperbanyak konsumsi air putih, serta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat jika mengalami keluhan kesehatan yang memberat.

Editor: Ahmad

Iklan