Anak 12 Tahun Meninggal Dalam Pesawat Perintis Rute Timika-enarotali
MIMIKA, TabukaNews.com — Seorang penumpang anak berusia 12 tahun, berinisial PG meninggal dunia di dalam pesawat perintis Asian One Air PK-LTG tipe C208B, Selasa (27/10/2026). Korban sempat mengalami perburukan kondisi kesehatan di tengah penerbangan hingga akhirnya pesawat memutuskan kembali ke bandara asal.
Personel Polsek Kawasan Bandara Mozes Kilangin Timika segera merespons kejadian tersebut dengan mengawal proses evakuasi hingga mengantar jenazah ke rumah duka di Kelurahan Koperapoka, Distrik Mimika Baru, Kabupaten Mimika, Papua Tengah.
Berdasarkan keterangan yang dihimpun kepolisian, Penias yang berasal dari Distrik Paniai/Enarotali sedang dalam kondisi sakit. Ia bersama orang tuanya, YG, hendak pulang ke Enarotali setelah membawa surat rujukan dari RSUD Kabupaten Mimika untuk mendapatkan perawatan medis lanjutan di RS Enarotali.
Pesawat perintis yang membawa korban lepas landas dari Bandara Mozes Kilangin Timika pada pukul 12.12 WIT. Pesawat mengangkut total sembilan penumpang dengan muatan seberat 598 kilogram.
Namun, di tengah perjalanan, awak pesawat mendapati cuaca di bandara tujuan di Enarotali memburuk akibat hujan dengan jarak pandang di bawah batas minimum penerbangan. Demi keamanan, awak pesawat memutuskan melakukan Return to Base (RTB) atau kembali ke Bandara Mozes Kilangin Timika.
Di tengah penerbangan kembali ke Timika itulah situasi darurat terjadi di dalam kabin.
“Dalam perjalanan kembali ke Timika, orang tua korban melaporkan bahwa anaknya dalam kondisi lemas dan tidak sadarkan diri,” jelas Kapolsek Kawasan Bandara Mozes Kilangin Timika, Ipda Yusran Jaya Milu.
Pesawat akhirnya mendarat dengan selamat di Apron Perintis Bandara Mozes Kilangin Timika pada pukul 13.20 WIT. Petugas Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) bersama tenaga medis bandara langsung naik ke kabin untuk memeriksa korban dan menyatakan bahwa Penias sudah meninggal dunia.
Menindaklanjuti kejadian tersebut, jajaran Polsek Kawasan Bandara memberikan pendampingan kemanusiaan kepada keluarga. Pada pukul 13.38 WIT, polisi mengawal proses evakuasi korban dari pesawat. Pukul 14.40 WIT, jenazah diantar menggunakan kendaraan patroli polsek menuju rumah duka.
Selain korban dan orang tuanya, penerbangan tersebut juga membawa tujuh penumpang lainnya, yaitu Anton L. Pekey, Alexander Pekey, Agulinus Tebai, Apelince Kudiai, Marlin Tebai, Selvi Edowai, dan Velandia Pakage.
Pihak keluarga telah ikhlas menerima peristiwa ini sebagai musibah. Keluarga juga menolak dilakukannya visum maupun autopsi serta telah menandatangani surat pernyataan resmi terkait penolakan tersebut.
Hingga berita ini diturunkan, situasi di Bandara Mozes Kilangin Timika terpantau aman dan kondusif, serta seluruh aktivitas operasional penerbangan perintis berjalan normal.
Penulis: Ahmad









