80 Pejabat Mimika Dilatih Ikut PKA dan PKP

Foto bersama usai pembukaan pelatihan. (Foto: Desy).

80 Pejabat Mimika Dilatih Ikut Pka Dan Pkp

MIMIKA, TabukaNews.com — Pemerintah Kabupaten Mimika kembali menggelar pelatihan kepemimpinan bagi aparatur sipil negara. Namun, Bupati Mimika Johannes Rettob mengingatkan agar pelatihan itu tidak berakhir sebagai formalitas birokrasi dan sertifikat semata.

Pesan itu disampaikan Bupati dalam sambutan tertulis yang dibacakan Asisten III Bidang Administrasi Umum Setda Mimika, Hery Onawame, saat membuka Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) Angkatan II dan Pelatihan Kepemimpinan Pengawas (PKP) Angkatan II di Hotel Grand Tembaga, Timika, Kamis, (24/9/2026).

Sebanyak 80 pejabat mengikuti pelatihan yang terdiri dari 40 pejabat administrator atau eselon III mengikuti PKA dan 40 pejabat pengawas atau eselon IV mengikuti PKP.

Pelatihan itu diselenggarakan Pemerintah Kabupaten Mimika bekerja sama dengan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Papua.

Hery menegaskan, peningkatan kapasitas aparatur bukan sekadar persoalan menambah pengetahuan. Aparatur yang mengikuti pelatihan harus mampu membawa perubahan ketika kembali ke organisasi dan menjalankan tugasnya.

"Ilmu, pengalaman, serta inovasi yang diperoleh selama mengikuti pelatihan hendaknya dapat diimplementasikan di lingkungan kerja masing-masing dan memberikan dampak positif terhadap peningkatan kualitas pelayanan publik di Kabupaten Mimika," kata Johannes.

Hery menyebut seorang pemimpin birokrasi tidak cukup hanya mampu menyelesaikan pekerjaan administratif. Pejabat juga dituntut mampu menggerakkan bawahan, membangun kolaborasi dan menyelesaikan persoalan yang muncul dalam pelayanan pemerintahan.

"Seorang pemimpin tidak hanya dituntut mampu mengelola pekerjaan, tetapi juga harus mampu menggerakkan tim, membangun kolaborasi, menyelesaikan permasalahan, serta menghadirkan perubahan yang memberikan manfaat nyata bagi organisasi dan masyarakat," ujarnya.

Pesan tersebut menjadi salah satu penekanan dalam pelatihan yang ditujukan untuk pejabat administrator dan pengawas di lingkungan Pemerintah Kabupaten Mimika.

Ia juga mengingatkan bahwa jabatan bukan sekadar posisi struktural. Jabatan, kata dia, merupakan amanah yang harus dijalankan dengan tanggung jawab, disiplin, keteladanan dan komitmen terhadap kepentingan masyarakat.

Karena itu, ia meminta peserta tidak hanya mengikuti rangkaian pembelajaran sebagai kewajiban untuk memenuhi persyaratan jabatan.

Peserta diminta menggunakan pelatihan sebagai ruang untuk mengembangkan gagasan baru, bertukar pengalaman dan membangun jejaring kerja yang dapat mendukung perbaikan organisasi.

Sementara itu, Sekretaris BKPSDA Mimika, Yulianus Pinimet, mengatakan PKA dan PKP diselenggarakan untuk mengembangkan kompetensi peserta sesuai standar kompetensi manajerial jabatan administrator dan jabatan pengawas.

"Tujuannya untuk mengembangkan kompetensi peserta dalam rangka memenuhi standar kompetensi manajerial jabatan administrator dan jabatan pengawas," kata Yulianus. 

Ia berharap seluruh peserta mengikuti pelatihan dengan sungguh-sungguh dan penuh tanggung jawab. 

Yulianus juga meminta hasil pembelajaran tidak berhenti pada peningkatan kemampuan individu, tetapi diterjemahkan menjadi perubahan di tempat kerja masing-masing.

Katanya, Pemerintah Kabupaten Mimika, membutuhkan aparatur yang profesional, adaptif, inovatif dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

"Jadikan PKA dan PKP sebagai momentum untuk menghasilkan gagasan-gagasan baru serta inovasi yang dapat menjawab berbagai tantangan penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan daerah," harapnya.

Dengan demikian, keberhasilan pelatihan pada akhirnya akan diuji bukan di ruang kelas, melainkan melalui perubahan cara kerja birokrasi dan kualitas pelayanan yang dirasakan masyarakat.

Penulis: Desy

Editor: Ahmad

Iklan