Translate

Redaksi Tabuka News | 27 February 2023

7 Poin Pernyataan Sikap Dewan Adat Kamoro Atas Upaya Kriminalisasi Plt. Bupati Mimika JR

7 Poin Pernyataan Sikap Dewan Adat Kamoro Atas Upaya Kriminalisasi Plt. Bupati Mimika JR

 

Timika, Tabukanews.com – Polemik penetapan tersangka terhadap Plt. Bupati Mimika, Johannes Rettob (JR), terus saja menyita perhatian ragam masyarakat Mimika.

Kali ini Dewan Adat Kamoro menyampaikan pernyataan sikap menanggapi upaya kriminalisasi yang dilakukan oleh kelompok-kelompok tertentu terhadap JR.

Ketua DPA Lemasko, Ferdy Soni Atiamona, saat menggelar konferensi pers di Jalan Belibis membacakan tujuh pernyataan sikap. Selengkapnya seperti di bawah ini.

Pertama. Kami masyarakat Kamoro melihat seluruh upaya yang menyudutkan saudara kami ini, sudah tidak murni, karena persoalan hukum semata, tetapi hanya semata-mata didasari atas kepentingan politik identitas serta balas dendam oleh oknum-oknum tertentu terhadap pribadi saudara kami.

Kedua. Ada banyak kasus penyimpangan kewenangan dan keuangan negara yang terjadi di Kabupaten Mimika, namun tidak terungkap, bahkan terkesan hilang ditelan bumi, seperti kasus korupsi d Otonomi Khusus (Otsus) di Sentra Pendidikan, Kasus Penimbunan Lokasi eks Pasar Damai, Kasus Pajak tidak disoroti, bahkan seakan tidak tersentuh oleh penegak hukum. Tetapi kasus saudara, anak kami ini yang sebenarnya telah diproses sejak awal dugaan temuannya diungkap secara sporadis dan terkesan penuh emosional. Hal ini sungguh sangat mengherankan. 

Ketiga. Untuk itu kami ingatkan bahwa tanah Mimika ini merupakan tanah adat, dan Plt Bupati Mimika ini merupakan anak adat suku Kamoro.

Ketika John Rettob dizolimi oleh siapapun karena tendensi pribadi, maka oknum tersebut akan berhadapan dengan kami dan leluhur orang Kamoro serta para perintis peradaban Tanah Mimika ini. 

Keempat. Kami menegaskan agar upaya pembunuhan karakter ini dapat segera dihentikan, karena saudara kami ini memimpin daerah ini dengan hati. Dan kami sangat mendambakan suatu pembangunan yang menyeluruh di Tanah Mimika yang tercinta ini. 

Kelima. Mari kita buka mata, buka telinga dan buka hati dan perasaan untuk melihat kenyataan dengan adanya perubahan-perubahan yang telah terjadi semenjak saudara kami ini memimpin kabupaten ini. 

Keenam. Kami masyarakat Kamoro adalah orang Merah Putih dan menjunjung tinggi supremasi hukum Indonesia, sehingga kami menegaskan kepada pihak penegak hukum, agar dapat bekerja sesuai aturan, tugas dan tanggungjawab dan menjunjung tinggi profesionalitas masing-masing. 

Ketujuh. Leluhur Tanah Mimika ini mengetahui dan melihat apa yang telah diperbuat oleh saudara kami ini. Dan kami yakin dan percaya bahwa para Leluhur tanah Suku Kamoro, orang tua dari Johanes Rettob, Plt Bupati Mimika dan Tuhan Allah, yang kami sembah tidak menutup mata terhadap jeritan hati kami yang terabaikan selama ini. 

"Mengakhiri pernyataan sikap ini, kami menghimbau kepada seluruh warga masyarakat, pejabat eselon 2, 3 dan 4, seluruh pegawai negeri se-Kabupaten Mimika, pimpinan dan anggota DPRD Kabupaten Mimika, aparat TNI dan Polri, aparat Kejaksaan dan Pengadilan Negeri, serta kelompok-kelompok masyarakat di Kabupaten Mimika untuk bergandeng tangan membangun Kabupaten Mimika yang tercinta. Dengan memberikan dukungan penuh terhadap Kepemimpinan Plt. Bupati Mimika Johanes Rettob, S.Sos, MM, hingga berakhirnya periode OMTOB di kabupaten kita yang tercinta ini," Demikian Ferdy Soni Atiamona mengakhiri pembacaan pernyataan sikap Dewan Adat Kamoro.(Celo)