500 Siswa Sambut HUT RI di Mimika Melalui Tari Kolosal Amungme dan Kamoro

Ratusan siswa penari kolosal sedang membawakan tarian dua suku asli Mimika, Amungme dan Kamoro usai upacara pengibaran bendera merah putih di Lapangan Kantor Puspem Kabupaten Mimika, Senin (17/8/2026). (Foto: Ahmad).

500 Siswa Sambut Hut Ri Di Mimika Melalui Tari Kolosal Amungme Dan Kamoro

MIMIKA, TabukaNews.com— Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kabupaten Mimika, Papua Tengah, diwarnai aksi seni budaya. Sebanyak lebih dari 500 pelajar gabungan tingkat SD, SMP, hingga SMA membawakan tari kolosal khas suku asli Amungme dan Kamoro di Lapangan Kantor Pusat Pemerintahan Kabupaten Mimika, Senin (17/8/2026).

Atraksi budaya tersebut digelar sesaat setelah upacara pengibaran bendera Merah Putih selesai dilaksanakan. 

Ratusan penari muda itu terdiri atas 300 siswa Sekolah Dasar (SD), 50 siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP), dan lebih dari 100 siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) yang tampil berdasarkan undangan resmi Dinas Pendidikan Kabupaten Mimika.

Koordinator sekaligus Koreografer Tari Kolosal, Grace Efruan, menjelaskan bahwa efisiensi menjadi fokus utama dalam mengoordinasikan ratusan siswa dari berbagai sekolah yang tersebar di Timika. 

Tim pelatih memanfaatkan media digital guna mengirimkan materi gerak tanpa mengganggu jam belajar formal siswa.

"Saya membuat video kemudian kirim ke setiap sekolah. Mereka latihan, kami gladi kotor satu kali, gladi bersih satu kali," kata Grace saat ditemui usai pertunjukan.

Guru Seni Budaya SMA Negeri 6 Timika menuturkan, skema latihan mandiri di sekolah masing-masing terbukti efektif membatasi ratusan penarik dalam waktu singkat. 

“Ya, mereka latihan di sekolah masing-masing. Itu kan lebih mudah, begitu,” ujarnya.

Dalam pementasan tersebut, para penari menyajikan tiga tarian utama. Dua di antaranya merupakan tarian adat pemilik hak ulayat Mimika, yakni Tari Turu/Tup dari Suku Amungme dan Tari Seka dari Suku Kamoro. 

Pertunjukan kemudian ditutup dengan Tari Yosam Pancar (Yospan) sebagai tarian pergaulan yang mewakili Kebudayaan Tanah Papua secara umum.

Grace menegaskan, konsep pertunjukan ini dirancang khusus untuk memupuk kebanggaan serta merawat identitas budaya lokal pada generasi muda Mimika sejak dini.

“Maknanya sesuai konsepnya begini, kita ada di Timika jadi kita melestarikan budaya di Timika, umumnya di Papua. Seperti itu. Jadi tidak ada tarian yang dikenal di Timika ini selain Seka dan Tari Turu/Tup, itu asli. Kalau orang kenal Timika, tahu Seka. Orang tahu Timika, tahu Turu/Tup Amungme. Yospan kan seluruh Papua, seperti itu,” tutur Grace.

Dalam gelaran tersebut, sejumlah siswa dari SMA Negeri 6 Timika dipercaya mengisi posisi penari inti yang memimpin formasi terdepan di lapangan.

(Editor: Ahmad)

Iklan