17 Tim Tuntaskan Tiga Rangkaian Perlombaan IFRC 2026 pada Hari Keempat di Fireground Kuala Kencana

Salahsatu mata lomba di event IFRC ke-8 2026 di Fireground Kuala Kencana. (Foto: Ahmad).

17 Tim Tuntaskan Tiga Rangkaian Perlombaan Ifrc 2026 Pada Hari Keempat Di Fireground Kuala Kencana

MIMIKA, TabukaNews.com— Penyelenggaraan Indonesian Fire Rescue Competition (IFRC) ke-8 di area operasional PT Freeport Indonesia (PTFI) memasuki hari keempat. 

Ajang kompetisi penyelamatan dan penanggulangan bencana nasional ini tak sekadar menjadi pembuktian ketangkasan para rescuer, tetapi juga dibuka sebagai sarana edukasi serta hiburan bagi masyarakat Mimika dan sekitarnya.

Ketua Panitia IFRC ke-8, Periyadi, menjelaskan bahwa kompetisi pada hari keempat ini berfokus pada tiga materi uji dari total rangkaian perlombaan. 

Dua materi perlombaan digelar di Training Ground Kuala Kencana (Kuala Kencana Fireground), yaitu Collapse Structure Search and Rescue (pencarian dan pertolongan pada bangunan runtuh) serta Structural Fire Fighting (pemadaman kebakaran bangunan). 

Sementara itu, satu materi uji lainnya—Underwater Rescue (penyelamatan bawah air)—dilaksanakan di area MP28 Danau.

"Hari ini ada tiga event yang kita selenggarakan sampai besok. Salah satunya Collapsed Structure Search & Rescue (CSSR), tempat tim peserta melakukan pemotongan beton setebal kurang lebih 10 sentimeter yang membutuhkan kecepatan dan kekuatan," kata Periyadi saat ditemui wartawan di lokasi kegiatan, Kuala Kencana, Mimika, Rabu (28/10/2026). 

Periyadi menegaskan, seluruh rangkaian simulasi keselamatan harus diselesaikan peserta dengan teknik tepat sesuai standar nasional maupun internasional.

Pembagian Jadwal dan Transparansi Lomba

Dari total 17 tim penyelamat yang berpartisipasi, sebanyak 16 tim dipastikan berlaga di kategori Collapsed Structure Search & Rescue (CSSR). 

Satu tim, yakni tim PT Inalum, absen pada kategori tersebut lantaran belum memenuhi kualifikasi kompetensi yang dipersyaratkan. 

Untuk menjaga efisiensi waktu dan mencegah penumpukan, panitia membagi jadwal penampilan peserta menjadi dua gelombang selama dua hari.

"Setiap harinya diikuti 8 tim secara bergantian. Begitu pula untuk perlombaan di MP28 Danau," ujar Periyadi.

Guna menjamin keadilan (fairness) dan profesionalisme kompetisi, panitia memberlakukan aturan ketat. Pengunjung dan peserta yang sedang menunggu giliran dilarang merekam atau mengunggah video jalan Perlombaan ke media sosial pada hari yang sama. 

Hal ini dilakukan agar tim yang belum tampil tidak mendapat bocoran strategi atau teknik dari peserta lain.

Mengenai penilaian, Periyadi menyebutkan seluruh evaluasi dilakukan secara independen oleh Komite Teknis Perhimpunan Tanggap Darurat Perusahaan Indonesia (Pertapindo) bersama tim juri nasional dan internasional.

"Keputusan juri bersifat mutlak. Rapat penentuan pemenang kategori maupun juara umum akan digelar pada 31 Oktober mendatang. Panitia sama sekali tidak bisa mengintervensi hasil penilaian," ucapnya.

Istilah dan Pengertian Nomor Lomba IFRC

Untuk memudahkan pembaca memahami istilah teknis dalam ajang IFRC ke-8, berikut penjelasan ringkas nomor perlombaan yang dipertandingkan:

  1. Collapsed Structure Search and Rescue (CSSR): Teknik pencarian, pertolongan, dan pembebasan korban yang terperangkap di dalam reruntuhan bangunan akibat bencana seperti gempa bumi atau kegagalan struktur.
  2. Structural Fire Fighting (SFF): Teknik pemadaman kebakaran dan penanggulangan situasi darurat yang terjadi pada struktur bangunan, gedung, atau fasilitas industri.
  3. Underwater Rescue: Operasi pencarian dan penyelamatan korban atau material yang berada di bawah permukaan air (danau, sungai, atau laut) menggunakan peralatan selam khusus.
  4. Road Accident Rescue (RAR): Teknik penyelamatan dan pembebasan korban yang terjebak di dalam kendaraan akibat kecelakaan lalu lintas darat yang parah.
  5. High Angle Rescue (HAR): Teknik evakuasi dan penyelamatan korban yang berada di medan ketinggian atau jurang terjal menggunakan sistem tali-temali (rope rescue).
  6. Confined Space Rescue (CSR): Operasi penanganan dan evakuasi korban dari area atau ruang terbatas berisiko tinggi (seperti tangki, pipa besar, atau terowongan).

Bebas Malaria dan Terbuka untuk Publik

Di luar arena ketangkasan, pelaksanaan IFRC ke-8 dipastikan berjalan aman dari risiko kesehatan. Panitia secara intensif melakukan fogging (penyemprotan nyamuk) sebelum dan selama kegiatan berlangsung di area Kuala Kencana, Mimika Sport Complex (MSC), hingga Mile Post (MP) 28 Danau.

"Sejauh ini tidak ada kendala berarti. Kami memastikan seluruh area bebas dari indikasi malaria," kata Periyadi.

Menariknya, kompetisi profesional ini juga dikemas menarik bagi masyarakat umum. Panitia mencatat lebih dari 1.000 pengunjung—mulai dari rombongan anak sekolah, karyawan, hingga warga lokal—berdatangan ke lokasi untuk melihat langsung aksi para penolong profesional. Panitia bahkan menyediakan fasilitas panggung hiburan yang diisi oleh talenta lokal PTFI, serta layanan rumah kopi gratis di area mess hall.

"Kunjungan anak-anak sekolah secara khusus kami kemas sebagai sarana motivasi. Mereka adalah generasi penerus. Harapannya, kelak ada di antara mereka yang terinspirasi menjadi seorang rescuer profesional," tutur Periyadi.

Investasi Fasilitas Jangka Panjang

Usai perhelatan IFRC ke-8, arena Training Ground Kuala Kencana beserta fasilitas penunjangnya seperti Fire Tower tidak akan dibiarkan mangkrak. 

PTFI memproyeksikan kawasan ini sebagai pusat pelatihan berkesinambungan untuk meningkatkan kapasitas Tim Tanggap Darurat PTFI maupun tim rescue Pemkab Mimika.

Fasilitas tersebut nantinya juga dapat dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan komunitas lokal, seperti olah raga panjat tebing (Climbing Wall), peringatan Bulan K3 Nasional, hingga perayaan HUT PTFI dan Kemerdekaan RI.

Editor: Ahmad

Iklan