10 Makam Di Mimika Timur Dirusak, Polisi Selidiki Dugaan Pelaku Gangguan Jiwa
MIMIKA, TabukaNews.com — Kepolisian Sektor (Polsek) Mimika Timur tengah mengusut kasus perusakan dan pembongkaran sekitar sepuluh makam di Pemakaman Muslim Kampung Kaugapu, Distrik Mimika Timur, Kabupaten Mimika, Papua Tengah.
Aksi pembongkaran ini dilakukan oleh seorang warga setempat yang diduga kuat mengidap gangguan jiwa.
Kasus ini terungkap setelah aparat kepolisian bersama pengurus Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) dan tokoh masyarakat setempat meninjau langsung tempat kejadian perkara (TKP) pada Kamis pagi, 2 Juli 2026.
Kapolsek Mimika Timur, Iptu Alex Soumilena, memastikan adanya bukti fisik kerusakan makam setelah mendapat laporan dari warga sekitar.
"Ada sekitar sepuluh makam yang digali. Satu makam anak perempuan ditemukan digali cukup dalam dan dua batu nisannya dicabut hingga berserakan di tanah. Sementara makam-makam lainnya hanya digali dangkal," ujar Iptu Alex dalam keterangannya, Jumat (3/7/2026).
Berdasarkan penyelidikan awal, aksi pembongkaran ini diperkirakan sudah terjadi sejak Selasa, 30 Juni 2026. Sejumlah saksi anak-anak di sekitar lokasi sempat melihat seorang pemuda setempat berinisial A membawa sekop di area pemakaman.
Kepada rekannya, A mengaku menggali kuburan pada malam hari karena percaya ada uang di dalamnya. Berdasarkan informasi warga, terduga pelaku memang memiliki riwayat gangguan mental sejak kecil.
Saat polisi mendatangi rumahnya untuk klarifikasi, A dan orang tuanya sedang tidak berada di tempat karena bekerja sebagai petugas kebersihan di gudang penampungan ikan kawasan Pomako.
Guna mengantisipasi gesekan sosial dan aksi main hakim sendiri, Polsek Mimika Timur langsung memediasi tokoh masyarakat dan pengurus KKSS. Polisi meminta keluarga korban makam yang dirusak untuk menahan diri.
"Kami mengimbau masyarakat agar tidak menduga-duga yang bisa memperkeruh situasi. Kami mengedepankan komunikasi dan penyelesaian secara kekeluargaan melalui Ketua KKSS, mengingat kondisi kejiwaan terduga pelaku. Namun, jika ada pihak keluarga yang merasa kurang nyaman, kami tetap memfasilitasi laporan mereka," tutup Iptu Alex.
Hingga saat ini, situasi di Kampung Kaugapu dilaporkan tetap kondusif dan aman. Sejumlah ahli waris dan keluarga korban terpantau mulai mendatangi lokasi untuk memeriksa serta memperbaiki kembali kondisi makam yang rusak. (Ahmad)









