Peringati Hut Ke-76, Idi Sasar 1.000 Warga Mimika Lewat Baksos Pekan Bakti Noken Medis
MIMIKA, TabukaNews.com — Ikatan Dokter Indonesia (IDI) menggelar bakti sosial kesehatan bertajuk Bakti Sosial (Baksos) Pekan Bakti Noken Medis di halaman Puskesmas Mapurujaya, Distrik Mimika Timur, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, Sabtu (24/10/2026).
Kegiatan penjangkauan medis ini diselenggarakan untuk memperingati Hari Ulang Tahun ke-76 IDI.
Diikuti sekitar 80 dokter umum daerah serta 15 dokter spesialis dari Jayapura hingga Jakarta, aksi kemanusiaan hasil kolaborasi IDI Wilayah Papua dan IDI Cabang Mimika ini menyasar sekitar 1.000 warga lokal, khususnya anak-anak, ibu hamil, dan lanjut usia (lansia).
Dalam aksi sosial ini, IDI menyediakan rangkaian layanan kesehatan gratis mulai dari pemeriksaan medis umum, tes darah laboratorium (kolesterol, asam urat, gula darah), screening malaria, hingga konsultasi medis lanjutan oleh para dokter spesialis.
Inovasi Pelayanan Medis dan Pencegahan Stunting
Aksi kesehatan ini mengusung konsep "Noken Medis"—sebuah simbolisasi nilai kearifan lokal Papua yang merepresentasikan wadah kehidupan, kepedulian, dan kebersamaan.
Melalui pendekatan ini, para dokter bertindak jemput bola untuk menghampiri warga yang selama ini mengalami kendala aksesibilitas geografis menuju fasilitas kesehatan.
Selain pengobatan umum dan spesialistik, agenda ini juga ditandai dengan pencanangan gerakan penanganan stunting terpadu bertajuk "Telurku Ada Dua".
Mewakili Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Mimika, Sekretaris TP-PKK Sara Lisa Rombe Payung mengumumkan komitmen bersama untuk menekan angka tengkes (stunting) melalui pola orang tua asuh satu anak satu pendamping.
"Stunting bukan sekadar masalah tumbuh badan anak, melainkan gangguan pertumbuhan akibat kekurangan gizi kronis yang memengaruhi masa depan generasi Mimika," ujar Sara Lisa saat membacakan sambutannya di Mapurujaya.
Sebagai langkah awal, gerakan tersebut memberikan bantuan pangan dan nutrisi telur kepada warga yang hadir, dengan prioritas pendampingan pada 48 anak yang telah terdata oleh puskesmas setempat. Program ini turut mendapat pengawalan medis mendalam dari kelompok kerja spesialis anak.
Sinergi pemerintah daerah dan organisasi profesi ini turut diapresiasi oleh Asisten III Bidang Administrasi Umum Setda Kabupaten Mimika, Herry Onawame. Ia menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk menjangkau masyarakat pedalaman dan pesisir.
"Kondisi geografis Mimika menjadi tantangan dalam pemerataan akses kesehatan. Noken Medis bukti nyata bahwa dokter hadir lebih dekat, tidak sekadar menunggu pasien di rumah sakit," kata Herry.
Solidaritas Lintas Sektor dan Rencana Strategis Dokter
Ketua IDI Cabang Mimika, dr. Enny Kenangalem, menjelaskan bahwa persiapan Pekan Bakti Noken Medis telah berlangsung sejak Agustus 2026 di bawah koordinasi IDI Wilayah Papua dan Pengurus Besar IDI di Jakarta.
Selain bakti sosial, rangkaian peringatan HUT IDI ke-76 di Mimika diisi dengan turnamen olahraga badminton dan mini soccer, simposium ilmiah antar-dokter, serta penggalangan dukungan sosial dari berbagai pihak, termasuk PT Freeport Indonesia dan jajaran TNI-Polri.
"Kegiatan ini terlaksana berkat gotong royong anggota, pemerintah daerah, TNI-Polri, dan mitra swasta. Target kami melayani 1.000 warga di wilayah Mimika Timur," ungkap dr. Enny saat ditemui di lokasi kegiatan.
Melalui kepemimpinannya hingga 2028, dr. Enny berkomitmen menjadikan aksi turun langsung ke lapangan sebagai agenda rutin tahunan IDI Mimika, khususnya setiap peringatan Hari Bakti Dokter pada bulan Maret dan HUT IDI pada bulan Oktober.
Sebagai langkah konsolidasi organisasi di daerah, IDI Mimika juga menginisiasi pembentukan wadah kolaborasi antar-tenaga kesehatan.
"Kami akan mendeklarasikan asosiasi organisasi profesi kesehatan di Mimika untuk menghapus ego sektoral, sehingga seluruh pemangku kepentingan kesehatan dapat bergerak bersama melayani masyarakat," pungkasnya.
Editor: Ahmad









