Krisis Kabut Asap Di Mimika, Pemuda Muslim Bagikan Masker Di Sekolah Dan Masjid
MIMIKA, TabukaNews.com — Dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang memicu krisis kabut asap mulai mengancam kesehatan warga di berbagai wilayah Indonesia, termasuk Mimika, Papua Tengah.
Menanggapi ancaman krisis kesehatan udara tersebut, Pimpinan Cabang Pemuda Muslim Indonesia (PMI) Kabupaten Mimika menggelar aksi sosial dengan membagikan masker gratis kepada masyarakat.
Aksi pembagian masker ini difokuskan pada titik-titik rentan paparan asap dan tempat berkumpulnya warga pada Jumat (23/10/2026).
Petugas dan relawan PMI membagikan masker di Sekolah Al Falah, Sekolah DDI, serta Masjid Ar Razaq. Langkah ini diambil untuk melindungi para pelajar, tenaga pendidik, dan jemaah masjid dari potensi gangguan saluran pernapasan.
Ketua Cabang Pemuda Muslim Indonesia Kabupaten Mimika, Muh. Ardhi Chairun, menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata kepedulian pemuda terhadap ancaman kesehatan yang memapar warga secara langsung.
"Pembagian masker ini merupakan bentuk kepedulian kami terhadap kesehatan masyarakat. Di tengah ancaman kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan, kita tidak boleh tinggal diam. Pemuda harus mengambil bagian melalui aksi nyata, mengedukasi masyarakat, dan mendorong kesadaran bersama agar kesehatan menjadi perhatian utama," ujar Muh. Ardhi Chairun.
Ardhi mengingatkan bahwa krisis kabut asap akibat karhutla merupakan masalah serius yang tidak bisa diabaikan. Jika dibiarkan, pencemaran udara ini akan mengganggu kegiatan belajar-mengajar di sekolah, membatasi aktivitas sosial warga, serta membahayakan kelompok rentan seperti anak-anak.
Namun, ia menegaskan bahwa aksi pembagian masker saja belum cukup untuk menyelesaikan masalah. Menurutnya, perlu ada langkah pencegahan menyeluruh dari seluruh pihak, mulai dari pemerintah, aparat keamanan, sektor pendidikan, hingga organisasi kemasyarakatan.
Guna mencegah bencana serupa berulang, PMI Kabupaten Mimika juga mengajak warga untuk lebih peduli terhadap lingkungan dengan tidak membuka lahan dengan cara dibakar. Kesadaran kolektif dinilai menjadi kunci utama untuk menghentikan ancaman karhutla yang merugikan publik.
Melalui aksi sosial di Sekolah Al Falah, Sekolah DDI, dan Masjid Ar Razaq ini, PMI Mimika berharap gerakan gotong royong dan kepedulian lingkungan dapat terus tumbuh di kalangan generasi muda. Ardhi menegaskan, pemuda harus mengambil peran aktif dan memberi solusi nyata di tengah krisis lingkungan yang dihadapi masyarakat.
Editor: Ahmad









