Fireground Kuala Kencana Diresmikan, PTFI Perkuat Kesiapsiagaan Tim Darurat

Penandatanganan prasasti pada Peresmian Kuala Kencana Fireground di area Kuala Kencana, PT Freeport Indonesia, Minggu (25/10/2026). (Foto: Ahmad).

Fireground Kuala Kencana Diresmikan, Ptfi Perkuat Kesiapsiagaan Tim Darurat

MIMIKA, TabukaNews.com — PT Freeport Indonesia (PTFI) meresmikan fasilitas fire ground atau area latihan pemadam kebakaran dan penyelamatan di kawasan Kuala Kencana, Mimika, Papua Tengah, Minggu (25/10/2026). 

Bersamaan dengan peresmian tersebut, manajemen juga melakukan pelepasliaran kupu-kupu di area operasional perusahaan serta peresmian dan pemberian nama dua patung Kamoro yang akan menjadi ikon dari fasilitas tersebut.  

Kepala Teknik Tambang PTFI, Carl Tauran, hadir memimpin peresmian yang turut dihadiri oleh jajaran manajemen perusahaan serta tim Emergency Preparedness & Response (EP&R) dan Ikatan Karyawan PT Freeport Indonesia (IPPNR).

Dalam sambutannya, Carl mengungkapkan rasa syukur atas rampungnya fasilitas latihan yang telah lama dicita-citakan itu. Pembangunan ini berhasil diselesaikan dalam waktu lebih dari satu tahun tanpa adanya catatan kecelakaan kerja (zero accident).

Ia mengenang kembali perjalanan berat di balik pembangunan fasilitas ini. Dua tahun lalu, PTFI ditunjuk sebagai tuan rumah ajang Indonesia Fire Rescue Competition (IFRC) ke-8 Tahun 2026. 

Namun, rencana tersebut sempat diguncang keraguan menyusul insiden maut pada 2025 yang merenggut nyawa tujuh pekerja.

"Namun, pada 2025, kita mengalami insiden yang sangat memukul, ketika kehilangan tujuh rekan kerja kita. Situasi tersebut membuat kita mempertimbangkan kembali kesiapan untuk menjadi tuan rumah IFRC tahun ini. Bahkan, sempat muncul pemikiran untuk mengundurkan diri," ujar Carl. 

Setelah melalui diskusi panjang dengan jajaran manajemen, termasuk Eman Widianto dan George Banini, manajemen akhirnya memutuskan untuk tetap melanjutkan komitmen sebagai tuan rumah IFRC ke-8. 

Hari ini, komitmen tersebut dibuktikan dengan berdiri tegaknya fasilitas fire ground yang representatif di Kuala Kencana.

Kendati demikian, Carl mengingatkan bahwa pembangunan fisik fasilitas tersebut baru permulaan. Tantangan yang sesungguhnya adalah bagaimana merawat dan memanfaatkan fasilitas tersebut secara optimal demi keselamatan bersama.

"Memiliki fasilitas fire ground merupakan satu hal, tetapi bagaimana kita memanfaatkan fasilitas tersebut ke depannya merupakan hal yang berbeda," tegasnya.

Carl juga secara khusus berpesan kepada tim EP&R agar menjadikan area latihan ini sebagai pusat penggemblengan kompetensi. 

Fasilitas berstandar nasional hingga internasional ini diharapkan mampu menempa keterampilan petugas penyelamat agar selalu sigap menghadapi berbagai situasi darurat.

“Saya menantang kita semua untuk menggunakan fasilitas ini sebaik-baiknya, terutama dalam meningkatkan kemampuan tim EP&R agar selalu siap siaga selama 24 jam sehari, tujuh hari seminggu,” tegas Carl. 

“Harapan kita tentu saja fasilitas ini tidak perlu digunakan untuk menghadapi keadaan darurat yang sesungguhnya. Namun, kesiapan harus selalu dijaga setiap saat," pungkasnya. 

Editor: Ahmad

Iklan