Translate

Redaksi Tabuka News | 16 June 2023

Gelar Pelatihan ‘Water Rescue’ dan Pembagian 800 Jaket Pelampung, Kolaborasi Program Pemda Mimika, SAR Timika dan Freeport

Gelar Pelatihan ‘Water Rescue’ dan Pembagian 800 Jaket Pelampung, Kolaborasi Program Pemda Mimika, SAR Timika dan Freeport


Timika, Tabukanews.com - Kolaborasi program antara Kantor SAR Timika bersama PT. Freeport Indonesia dan Pemerintah Kabupaten Mimika menyalurkan ‘life jacket’ atau jaket apung dan menggelar pembekalan materi ‘Water Rescue’ atau penyelamatan di air. Kegiatan sehari itu dilakukan di aula Kantor SAR Timika, Jalan Yos Sudarso KM5, Kamis (15/06/2023).

Sebanyak 800 jaket pelampung bantuan Freeport diserahkan secara simbolik kepada perwakilan gereja/Keuskupan, dinas kesehatan, dinas pendidikan, Lemasa, Lemasko, Distrik Jita, Agimuga, Mimika Timur jauh, Mimika Timur, Wania dan Distrik Mimika Baru.

Juga dilakukan pembekalan tentang substansi Basarnas, pedoman keselamatan dan pengantar pertolongan di air, serta personal floating divice (PFD) dan metode pertolongan di air, oleh petugas SAR kepada perwakilan masyarakat yang hadir.

Dalam sambutan Pemerintah Daerah Kabupaten Mimika, Asisten 1 Setda Mimika, Paulus Dumais mengatakan, dalam rangka pemenuhan aspek keselamatan khususnya pelayaran rakyat, maka perlu dilengkapi dengan standar peralatan keselamatan minimal yang ada di kapal yaitu life jacket. Hal ini Guna meminimalisir terjadinya korban jiwa jika terjadi kecelakaan kapal atau musibah di laut.

“Semua pihak untuk memberikan edukasi kepada masyarakat bahwa keselamatan dan keamanan pelayaran merupakan kebutuhan mutlak dan tanggung jawab bersama,” ujarnya.

Diharapkan melalui kegiatan pembekalan yang diberikan oleh SAR Mimika itu, dapat memperlengkapi warga kampung potensi SAR guna mendukung operasi pencarian dan penyelamatan di wilayah sekitar kampung.

“Menjadi transfer ilmu, skil serta sikap dan mental yang layak menjadi petugas SAR yang bergerak dalam bidang kemanusiaan. Baik itu kecelakaan kapal maupun kondisi yang membahayakan, dapat diantisipasi dengan baik dan meminimalisir terjadinya korban,” kandasnya.

Sementara itu Technical Advisor Community Affairs PTFI, Arnold Kayame, mengatakan wilayah Kantor SAR Mimika meliputi tiga kabupaten, sehingga perlu didukung kinerjanya.

“SAR Timika meliputi wilayah Mimika, Asmat dan Kaimana. Dari letak geografis memang sangat menantang sekali. Di bawah, perairan laut Arafura dan di atas wilayah pegunungan yang mempunyai tantangan alam yang luar biasa,” sebutnya.

Menurutnya, Freeport berkomitmen untuk mendukung operasi SAR Timika sebagaimana telah tertuang dalam MoU pada tanggal 23 Agustus 2022 lalu, dalam penanganan situasi darurat di area muara Sungai Ajkwa. Freeport memberikan bantuan 800 life jacket kepada masyarakat, yang distribusinya dilakukan oleh Kantor SAR Timika.

“Kita melihat bahwa ini (keselamatan di air) sudah menjadi sesuatu yang harus kita lakukan secara bersama. Tidak bisa tanggung jawab ini pada satu pihak saja, tapi harus jadi kolaborasi. Kita memberi apresiasi kepada Kakansar Timika, punya inisiatif yang luar biasa untuk kita bisa berkolaborasi guna menjawab tantangan keselamatan di wilayah Kabupaten Mimika. Ke depan bagaimana kolaborasi ini bisa terus dilakukan,” ungkapnya.

Sementara itu, Kakansar Timika, George Mercy Randang, mengatakan pihaknya berperan dalam pendistribusian 800 life jacket kepada masyarakat, sekaligus memberikan pembekalan dan pelatihan agar warga bisa tanggap mana kala terjadi kecelakaan di perairan sungai maupun laut.

Ia berharap angka kecelakaan di laut maupun korban jiwa bisa terus turun dengan program kolaborasi SAR, Freeport dan Pemkab Mimika itu.

“Terima kasih kepada Freeport dan Pemdan Mimika, sehingga bisa menggelar pembekalan kepada seluruh masyarakat yang ada di pinggiran pantai pesisir timur Papua Tengah tentang keselamatan di air, disinergikan dengan pembagian life jaket. Dengan pembagian alat apung ini diharapkan bisa menekan angka kecelakaan ataupun korban jiwa,” harapnya.

Peran warga kampung pesisir dinilainya sangat penting sebagai ujung tombak operasi pencarian dan penyelamatan,terlebih lagi dalah hal pencegahan sehingga angka kecelakaan laut bisa berkurang signifikan.

“Dengan ilmu yang dibagikan bisa menjadi membentuk komunitas rescue, yang membantu masyarakat itu sendiri. Jika ada insiden komunitas warga ini bisa menjadi ujung tombak Basarnas dalam membantu sesama. Ini menjadi kolaborasi bersama, terutama di perairan bagian selatan,” tandasnya. (Manu)