Main Area

keluarga besar johannes rettob
keluarga besar tabukanews

Main

YPMAK Kaji Aset Strategis Demi Pengembangan Lebih Baik

Timika, TabukaNews.com - Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK) menggelar Diskusi Kelompok Terarah atau Focus Group Discussion (FGD) terkait Aset Strategis yayasan pengelola dana kemitraan dari PT. Freeport Indonesia itu. Kegiatan berlangsung 2 hari Rabu dan Kamis (1-2/12/2021) di Hotel Horizon Ultima Jalan Hassanuddin dihadiri Lemasa, Lemasko, Perwakilan Pemerintah, OKIA, perwakilan non eksekutif YPMAK dari PTFI, Direksi/pengurus YPMAK, pengawas dan pembina YPMAK, serta kepala-kepala divisi dan tokoh masyarakat. Kegiatan 

Tujuan kegiatan itu dari FGD pengelolaan aset strategis YPMAK ini, yakni untuk dapat memahami rencana pengembangan strategis tata kelola aset YPMAK. Kemudian, menggali informasi penting dari para pemangku kepentingan terkait dengan aset strategis dan kritikal YPMAK.

Selanjutnya, untuk mengidentifikasi pertimbangan dan rekomendasi dari para pemangku kepentingan terkait dengan aset strategis dan kritikal tersebut. Serta mengidentifikasi apa yang menjadi prioritas atau elemen kunci untuk pengelolaan aset strategis dan kritikal YPMAK.

Kepada wartawan di sela-sela kegiatan itu Direktur YPMAK, Vebian Magal, mengatakan indentifikasi itu dilakukan guna mengetahui sejauh mana pemanfaatan aset- Aset milik YPMAK serta income atau pendapatan yang dihasilkan dari aset tersebut untuk keberlangsungan YPMAK, dan juga mana yang merugi.

Vebian merinci terdapat 7 aset besar YPMAK yakni Sekolah Asrama Taruna Papua (SATP),  Rumah Sakit Mitra Masyarakat (RSMM), Pelabuhan YPMAK, Pabrik Sagu di Keakwa, Asrama di Tsinga dan Asrama Amor di Semarang.

“Hari ini YPMAK menggelar Focus Group Discussion atau diskusi kelompok terarah aset strategis. Adanya pertemuan ini adalah langkah atau strategi yang diambil terhadap aset- aset. Mau diapakan sehingga mendatangkan keuntungan bagi YPMAK,” katanya.

Vabian menambahkan diskusi kelompok juga bertujuan untuk melihat keuntungan dan kerugian aset- aset tersebut bagi YPMAK.

Ditanya soal salah satu aset yakni Asrama di Tsinga dan Pabrik Sagu belum ada legalitas dan kejelasan Vabian mengatakan khusus asrama sudah dipergunakan atau ada aktivitas yang dijalankan.

“Asrama Tsinga itu ada kegiatannya tetapi ‘kan mengikuti sekolah (pemerintah), jadi di sana jika sekolah beroperasi maka asrama juga berfungsi,” ungkapnya.

Soal pabrik tersebut Vabian mengatakan investasi yang dihabiskan untuk pembangunan pabrik tersebut sebesar 25 miliar.

“Kami kaji itu bukan bagaimana mengembalikan 25 miliar itu tapi bagaimana pemanfaatannya ke depan baik bagi YPMAK, maupun masyarakat sekitar sana,” ungkapnya

Kemudian berkaitan dengan pabrik sagu Vabian mengatakan saat ini pihaknya sudah menjalin kerjasama atau mitra pengelola yang juga fokus mengelola sagu, kerjasama tersebut baru dijalankan pada awal 2021.

“Pabrik sagu ini tahap pertama sudah jalan karena kita sudah dapatkan mitra pengelola bentuknya yayasan juga. Kerjasama ini baru dilaksanakan awal 2021, ini memasuki tahap kedua, tapi jika dilihat dari lokasi memang cukup jauh dan sulit, maka kami saat ini masih akan membahas soal bahan mentah akan didatang dari mana dan dibawa dengan apa. Termasuk soal legalitas administrasi seperti kajian AMDAL (Analisis Dampak Lingkungan) tapi karena sudah bangun akhirnya kami kaji lagi,” tandasnya.  (Manu)

2022 TabukaNews.com | Designed by Putra Timika Informatika