Main Area

pesparawi xiii
ulang tahun ke 36

Main

TNI Polri Fokus Empat Kelompok Besar KKB Yang Wilayah Timika

 

Timika,TabukaNews.com – Aparat TNI Polri akan lebih meningkatkan kewaspadaan terhadap empat kelompok besar, Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB), yang sudak masuk di wilayah Timika dan bergabung dengan kelompok Kali Kopi yang di pimpina langsung Lekagak Telengen sejak 14 Februari lalu. 

"Kenapa dikatakan besar, karena ada 4 kelompok yang kita tenggarai selama ini melakukan kekerasan yaitu kelompok di Yambi yang berada di Puncak Jaya dipimpin Lekagak Telengen, kelompok Ilaga pimpinan MM, kelompok di Tembagapura pimpinan SW dan kelompok Ugimba yang dipimpin GW," ungkap Kapolda. 

Kapolda mengatakan, empat kelompok ini kemudian datang bergabung bersama dengan kelompok yang ada di wilayah Mimika yang dipimpin oleh JB dan HW.

 "Saya pikir ini tidak rahasia karena mereka sudah terbuka mengklaim dirinya sebagai pemimpin dari pada KKB," kata Kapolda papua saat didampingi Pangdam XVII Cendrawasih Mayjen TNI Herman Asaribab. Dalam konferensi pers di Mako Brimob Batalyon B Pelopor polda Papua, Kamis (16/4/20). 

Dalam keteranganya Kapolda mengatakan bahwa, sejak kehadiran empat kelompok ini beberapa kejadian criminal sudah dilakukan sejak 15  Februari lalu, itu ada beberapa gangguan-gangguan dan aksi-aksi kekerasan yang dilakukan oleh mereka. mulai dari penyenderaan tiga orang guru. 

“anggapan mereka bahwa guru tersebut merupakan bagiana dari kami TNI polri,” kata Kapolda.

Kemudian, melakukan penembakan di kampung Sitabera Distrik Tembagapura tanggal 28 Februari yang menewaskan satu personil brimob,  lanjut melakukan penembakan terhadap mobil patroli Polsek Tembagapura dikampung Utikini dan penembakan pos TNI 754 di Opitawak di tanggal 5-6 Maret. 

Tidak hanya itu, KKB juga melakukan pembakaran bangunan diblok A pada tanggal 6 Maret dan pembakaran kantor Desa tanggal 7 Maret,dan di tanggal 9 Maret kelompok ini melakukan aksi kontak tembak dengan satuan tugas Nemangkawi dan Brimob Satuan tugas Aman Nusa di Utikini. 

“ lanjut ditanggal 13 Maret mereka melakukan pembakaran gereja di Opitawak.” Terang Kapolda.

Setelah itu kata Kapolda, mereka melakukan penembakan terhadap WNA dan dua karyawan PTFI di area OB1 Kuala Kencana ditanggal 30 Maret. Kemudian tanggal 3 April mereka melakukan kontak tembak dengan Satgas Amole di Iwaka, serta tanggal 11 Maret mereka kembali melakukan penembakan mobil pembawa bahan makanan dan mobil pengawal di mile 61. 

Dalam kesempatan tersebut, Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Herman Asaribab menambahkan bahwa TNI-Polri sudah mulai mengikuti langkah-langkah yang telah dilakukan oleh Kelompok Sipil Bersenjata, sejak 14 Februari memasuki diwilayah PTFI dan melakukan penembakan di OB1 Kuala Kencana.

"Saya dari unsur TNI bersama mendukung kegiatan yang dilakukan oleh kepolisian untuk tetap melakukan pengejaran terhadap pelaku KSB. Kita juga mendukung membongkar jaringan yang memberikan dukungan," terang Pangdam.

Menurut Pangadam, keberhasil terhadap penindakan terhadap KSB merupakan hasil sinergisitas dari TNI-Polri yang dilakukan secara terencana, terpilih, terukur dan efektif. 

"Oleh sebab itu saya mengharapkan dalam menciptakan suasan kamtibmas yang kondusif, pihak TNI-Polri mengajak masyarakat bersama-sama saling bekejasama untuk mengajak tokoh-tokoh maupun simpatisan KSB untuk kembali ke pangkuan NKRI,"ungkap Kapolda.(Tim)

2020 TabukaNews.com | Designed by Putra Timika Informatika