Main Area

bayar pajak daerah
pesparawi xiii kab mimika
PON XX Papua

Main

Ketua KNPI Mimika Sayangkan Aksi Demo GMNI dan PMII Ditengah Masa Pandemi.

Timika,TabukaNews.com - Aksi demonstrasi yang rencanya dilakukan oleh OKP GMII dan PMII di Kantor Pusat Pemerintahan  Kabupaten Mimika, Kamis (29/7) namun tidak jadi karena tidak mendapatkan ijin dari pihak kepolisian, mendapat tanggapan dan kritikan yang beragam. Ada yang mendukung,  adapula yang mencemooh. 

Bagi kalangan warga yang merasa dirugikan selama Pemberlakuan PPKM oleh pemerintah memberikan dukungan penuh,  apalagi Pemda Mimika berencana melakukan Lockdown selama sebulan serta melanjutkan PPKM hingga ke level 4 sesuai dengan arahan Pemerintah Pusat. 

Namun adapula kalangan yang tidak setuju dengan rencana aksi tersebut yang sebelumnya ajakan untuk turun menyuarakan aksi beredar luas di grup-grup WhatsApp. Salah satunya datang dari Ketua DPD KNPI Kabupaten Mimika, Michael Gomar yang juga merupakan Sekda Mimika. 

Melalui rilis yang dikirim ke berbagai media,  dirinya menyayangkan rencana aksi tersebut karena marwah OKP tidak lagi sejalan dengan pemerintah. Adapun isi rilis sebagai berikut:

"Menurut saya sah-sah saja OKP GMNI dan PMII menyampaikan aspirasi melalui Seruan Aksi yang direncanakan, tetapi mari kita lebih bijaksana melihat sendiri  situasi dan kondisi Pandemi Covid-19 di Kabupaten Mimika saat ini. 

Dengan jumlah angka kasus pasien Covid-19 yang meninggal dan yg melakukan perawatan intensif di RS, dan yg melakukan Isoman di tempat masing2, apakah masih belum percaya atas kejadian bencana non alam ini.

Pempus sdh melakukan assessment dan Kabupaten Mimika di kategorikan PPKM Level 4 artinya dengan laporan angka kasus yang diupdate setiap hari kepada Kemenkes dan Kemendagri maka dapat dipastikan bahwa Kabupaten Mimika sebagai kategori zona merah.

Pemda menerapkan kebijakan atas regulasi dan kebijakan dari Pempus, yang harus dan wajib dilaksanakan untuk menyelamatkan masyarakat adalah hukum tertinggi, dengan batasan dan larangan yang wajib ditaati dan dipatuhi oleh masyarakat.

Dengan seruan aksi ini, saya merasa sangat tdk sejalan dengan semangat pemuda/i saat era globalisasi dan industrialisasi saat ini.

Seruan penegakan kebijakan yang disuarakan oleh OKP, sedangkan OKP sendiri tidak berkontribusi membantu melaksanakan kebijakan tersebut, lalu apanya yang mau disuarakan? kepentingan OKP? Kelompok atau kepentingan masyarakat???

Saya sebagai Ketua DPD KNPI Mimika menyarankan agar OKP secara mandiri melakukan  kegiatan yang lebih profesional dan inovatif untuk menyampaikan aspirasi kepada Pemerintah dan pihak-pihak terkait. Manfaatkan era digitalisasi, buatkan webinar dan undang semua tokoh, pejabat publik untuk sampaikan solusi secara smart melalui debat publik, dan sebagainya (otak bukan otot/tenaga). Sudah bukan jamannya lagi turun ke jalan, ini cara berpikir konvensional.

Pemuda saat ini berbeda dengan pemuda beberapa  puluh tahun yang lalu, yang hanya bisa turun ke jalan untuk menyampaikan aspirasi, krn keterbatasan fasilitasi dan lain lain. 

Berpikir majulah, jangan terpaku dengan sistem dan pola kerja jaman dulu. Cukup banyak hal yang bisa dilakukan secara kreatif untuk menyampaikan aspirasi. (Evan)

2021 TabukaNews.com | Designed by Putra Timika Informatika