Formasi Honorer K2 Diminta Diverifikasi Ulang

 Formasi Honorer K2 Diminta Diverifikasi Ulang

Timika, TabukaNews.com - Emus Kogoya dan Marthinus Onawame meminta Pemkab Mimika melalui Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) kembali mengecek nama-nama 600 orang yang diangkat ke formasi honorer kategori 2 (K2), khususnya yang berangkat dari Kantor Sekretariat DPRD (Sekwan) Mimika.

Kepada wartawan Senin (27/06/2022) Emus mengaku kecewa lantaran sudah mengabdi sekian lama di situ, tapi namanya tidak masuk dalam daftar yang dikeluarkan BKPSDM Mimika. Menurutnya pengangkatan CPNS kali ini seharusnya mengedepankan bagi putra-putri asli daerah Mimika Orang Asli Papua (OAP) yang telah lama mengabdi di berbagai OPD di lingkup Pemkab. Namun anehnya justru beberapa nama diambil dari luar OPD bersangkutan.

“Kuota 600 orang K2 di Mimika, yang terjadi dari SDM ambil dari luar honorer, termasuk di kantor Sekwan. Ini kami pertanyakan. Harusnya kami OAP dan juga AK (Amungme dan Kamoro) yang harus diutamakan. Ada permainan sehingga yang direkrut justru dari luar honorer yang ada di sini. Kami mengabdi di sini sudah 10 tahun,” ungkapnya kecewa.

Menurutnya Pemkab Mimika perlu menangguhkan sementara tes CPNS kali ini dan melakukan verifikasi ulang agar benar-benar tidak ada permainan pegawai titipan, sehingga pengangkatan bisa jujur dan adil mengakomodir para honorer yang berhak bukan untuk pegawai siluman.

“K2 ini Lebih bagus kita batalkan dan koreksi kembali untuk cek nama-nama tersebut. Mana yang OAP, AK dan benar-benar honorer yang telah lama mengabdi di Pemkab Mimika. Harus terjadi keadilan di tanah ini,” harapnya.

Sementara itu Marthinus Onawame juga mengeluhkan namanya bersama total 7 orang pegawai OAP tidak keluar dalam pengangkatan pegawai honorer, padahal dirinya sebelumnya telah mengabdi hampir 4 tahun di kantor Sekwan. Justru ada 4 orang yang diangkat honorer entah darimana asalnya. Tak segan-segan ia membeberkan nama-nama tersebut kepada wartawan.

“Kita yang lama belum keluar nama. Kami juga AK. Yang tidak masuk ada 7 orang kami AK dan OAP. Sementara ada nama 4 orang Rahmayani Gaur, Marthen Alik, Agustina Maknaipeku dan Marselina Pokuai. Selama ini mereka mengabdi di mana? Tiba-tiba nama keluar di Sekwan. Kami kecewa,” semburnya.

Ia meminta keadilan ditegakkan sehingga bisa kembali bekerja di kantor Sekwan, bersama dengan 6 orang temannya sesama honorer. “Mewakili 7 orang OAP yang namanya tidak keluar, kami sudah honor di sini paling kecil 5 tahun. Teman-teman yang lain harus hargai kami, jangan tiba-tiba ada yang masuk-masuk dari luar,” tandasnya.(***)

Idul Fitri 1 Syawal 1443 H

dprd kabupaten mimika
keluarga johannes rettob
bpkad kabupaten mimika
kesbangpol kabupaten mimika
perhubungan kabupaten mimika
dprd kabupaten mimika
tanaman pangan kabupaten mimika
pendapatan daerah kabupaten mimika
tp-pkk kabupaten mimika
kampung nawaripi

Tentang Kami

Memberikan informasi yang benar karena kami Berpihak Pada Kebenaran yang Jernihnya Nyata