A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: fopen(/var/cpanel/php/sessions/ea-php73/ci_session525b89278cd047453d20b355d7e3748c98ab1fa4): failed to open stream: Disk quota exceeded

Filename: drivers/Session_files_driver.php

Line Number: 176

Backtrace:

File: /home/ptinform/public_html/tabukanews.com/application/controllers/_Public_.php
Line: 9
Function: __construct

File: /home/ptinform/public_html/tabukanews.com/index.php
Line: 315
Function: require_once

A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: session_start(): Failed to read session data: user (path: /var/cpanel/php/sessions/ea-php73)

Filename: Session/Session.php

Line Number: 143

Backtrace:

File: /home/ptinform/public_html/tabukanews.com/application/controllers/_Public_.php
Line: 9
Function: __construct

File: /home/ptinform/public_html/tabukanews.com/index.php
Line: 315
Function: require_once

Tabukanews.com | Diduga Isi Postingan Melanggar UU ITE, Pemuda Kei Tempuh Jalur Hukum

Diduga Isi Postingan Melanggar UU ITE, Pemuda Kei Tempuh Jalur Hukum

Diduga Isi Postingan Melanggar UU ITE, Pemuda Kei Tempuh Jalur Hukum

Timika, TabukaNews.com - Dianggap menyakitkan dan melukai masyarakat Suku Kei, Komunitas Pemuda Kei (KPK), Kamis (18/6/20), mendatangi Kantor Pelayanan Polres Mimika melaporkan oknum warga berinisil MOM yang diduga melakukan pelanggaran UU ITE. 

Yang bersangkutan dilaporkan terkait dengan postingan sebuah video di grub Eme Neme oleh seseorang, yang kemudian ditanggapi oleh MOM, dengan membuat statusnya yang dianggap menyakitkan dan melukai masyarakat suku Kei di Mimika. 

Ketua Komunis Pemuda Kei (KPK),Yoseph Temorubun SH menjelaskan bahwa yang dilakukan langkah hukum dengan melaporkan secara resmi ke Polres Mimika, yang mana sudah tertuang dalam laporan polisi nomor LP 424/VI/2020/Papua/RES Mimika.

 

"Karena yang bersangkutan melanggar UU nomor 19 tahun 2019 tentang perubahan atas UU nomor 11 tahun 2008 tentang informasi dan transaksi elektronik sesuai dengan pasal 28 ayat 2 UU ITE," jelasnya. 

Menurut Yoseph, bahwa video yang dikirim di Whatsapp grub Eme Neme oleh seseorang yang tidak dikenal adalah video lama terkait dengan aparat keamanan melakukan penertiban terhadap pemabuk yang berkeliaran di dalam Kota Timika. 

Kemudian ditanggapi oleh yang bersangkutan MOM dengan statusnya mengatakan "masyarakat Kei kalau minum itu tujuannya bunuh orang, bukan sebatas senang-senang. Jadi polisi harus tegas jika ditemukan seperti itu tangkap dan amankan di sel selama sebulan atau setahun supaya daerah ini aman, makasih salam kami'. Demikian postingan yang bersangkutan. 

"Yang bersangkutan memposting ini sekitar jam 8.15 wit. Saya langsung kaget dan saya balas 'pak jangan sebutkan nama suku, namanya minuman semua suku pasti minum, jangan melihat dari satu sisi saja, pak tolong klarifikasi bahasa pak. Saya ingatkan jangan menyebutkan suku ,kalau pak tidak klarifikasi kami akan lakukan langkah hukum. Itu balasan saya terhadap postingan bersangkutan," ungkap Yosep. 

Kata Yoseph, bahwa pada prinsipnya Komunitas Pemuda Kei mendukung sepenuh aparat penegak hukum dalam memberantas orang-orang mabuk yang minum dan berkeliaran di dalam Kota Timika. 

 

"Saya juga membalas postingan lagi dengan menulis bahwa 'jangan pak sebutkan suku kalaupun insiden di lapangan itu person tidak mewakili nama suku besar Kei di Kabupaten Mimika'. Karena tidak ada perintah atau petunjuk suku, insiden di lapangan itu person dan bukan atas nama suku,"katanya.

Lanjut Yoseph, terkait dengan laporan yang sudah dibuat, pihaknya menyerahkan sepenuhnya kasus ini kepada penegak hukum.

"Kami percaya bahwa kasus tersebut tetap diproses sesuai hukum yang berlaku. Dan sebagai warga negara yang baik kami tunduk dan patuh terhadap hukum, bahwa hukum adalah panglima dan sesuai dengan UUD 1945 pasal 1 ayat 3 menyatakan bahwa negara kita adalah negara hukum sehingga tidak ada kekuasaan yang berdasarkan kekuasaan belaka,"ungkapnya.

Tak hanya itu,selaku Ketua KPK juga menghimbau kepada masyarakat Kei, bahwa apabila postingan tersebut telah tersebar di media sosial baik WA, FB maupun media sosial lain untuk tidak main hakim sendiri. 

"Serahkan semuanya kepada penegak hukum. Kita harus menyadari bahwa setiap langkah yang kita lakukan kita harus berhadapan dengan hukum,sehingga mari memberi kepercayaan kasus ini kepada aparat penegak hukum kepada pelaku," tutupnya. (Tim)

Idul Fitri 1 Syawal 1443 H

dprd kabupaten mimika
keluarga johannes rettob
bpkad kabupaten mimika
kesbangpol kabupaten mimika
perhubungan kabupaten mimika
dprd kabupaten mimika
tanaman pangan kabupaten mimika
pendapatan daerah kabupaten mimika
tp-pkk kabupaten mimika
kampung nawaripi

Tentang Kami

Memberikan informasi yang benar karena kami Berpihak Pada Kebenaran yang Jernihnya Nyata